Nyamar jadi Pembeli, Polisi Berhasil Tangkap Begal Motor Sadis

D'On, Jakarta,- Seorang pemuda berinisial AS (22) gagal menjual satu unit sepeda motor hasil curian. Gara-gara calon pembelinya ternyata anggota Unit Reskrim Polsek Taman Sari yang sedang menyamar. AS pun ditangkap.

"Kami berhasil pancing dan mengamankan AS dari proses transaksi itu," kata Kapolsek Tamansari AKBP Abdul Ghofur, Selasa (8/9).

Dari hasil pemeriksaan, AS tidak bekerja sendiri. Polisi menangkap rekan AS berisial C (22). Keduanya merupakan spesialis pencuri kendaraan bermotor. Menurut pengakuannya, selama ini sudah lima kali beraksi menggondol sepeda motor.

"Tiga kali merampas sepeda motor yang ada di kawasan Tamansari, kemudian dua lagi merampas sepeda motor yang ada di Pademangan dan Tanjung Priok," ucap dia.

Abdul Ghofur menerangkan, salah satu pelaku yakni AS bukan hanya spesialis pencuri sepeda motor. Tapi, diindikasikan juga sebagai debt collector atau penagih utang.

Menurut dia, penyidik menemukan sepucuk senjata rakitan saat menggeledah rumah kos yang ditinggali AS.

Kepada polisi, AS mengaku senjata api merupakan pemberian dari rekannya berinisial G.

"G ini menitipkan senjata api dan memberikan uang Rp 20 juta kepada AS untuk mencari seseorang yang memiliki masalah dengan G yang saat ini ada di Lampung. Jadi AS ini ditugasi untuk mencari seseorang yang bermasalah utang piutang dengan G, diberikan senpi dan uang 20 juta," papar Ghofur.

"Dia (AC) ditugaskan untuk ngemob untuk gertak buat balikin uang yang telah dilarikan," sambung Ghofur.

Ghofur menerangkan, pengungkapan kasus ini secara langsung bisa mencegah terjadinya tindak pidana lain entah itu penganiayaan, pengancaman dengan senjata api, atau bahkan pembunuhan.

"Niat pelaku melakukan tindak pidana lain menggunakan senpi bisa kita cegah. Itu hasil pengungkapan yang berkembang dari hasil pengungkapan curanmor," tandas dia.

(gil/mdk)

No comments

Powered by Blogger.