Penting! Ini 8 Petuah Arab yang Mengajarkan Prinsip cara Berteman


Dirgantaraonline.co.id,- Pertemanan menjadi salah satu lingkar penting dalam hidup seseorang. Sosok teman bisa membawa pengaruh besar, baik positif maupun negatif. Karena itu, penting bagi kita untuk memilih siapa-siapa yang akan dijadikan teman.

Nah, dalam memilih teman tentunya kita tidak bisa asal pilih. Harus ada prinsip yang dijadikan pedoman. Mulai dari kriteria teman sejati, sampai sikap yang harus kita miliki agar mendapat teman sejati.

Di antara sekian banyak pedoman, berikut kami sajikan 8 petuah Arab tentang prinsip pertemanan yang bisa dijadikan rujukan. Check this out!

1. Barang siapa sedikit kejujurannya, sedikit pulalah temannya 
Petuah Arab pertama kita mengaitkan jumlah teman dan kejujuran seseorang.
مَنْ قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهُ

Itulah teks berbahasa Arabnya. Dari sana kita bisa menyimpulkan prinsip pertemanan terpenting: kejujuran.
Orang yang selalu jujur akan mudah dipercaya orang. Itu merupakan modal utama untuk menjalin pertemanan. Kita harus bersikap jujur dahulu, baru kita  bisa mendapatkan teman. Semakin banyak kita berkata jujur, semakin banyak orang yang memercayai kita, sehingga lingkar pertemanan bertambah.
2. Ketulusan teman akan tampak pada waktu kesempitan
Prinsip pertemanan kedua ialah ketulusan. Bagaimana kita mengetahui mana orang yang tulus berteman dan mana yang berpura-pura? Kuncinya ada pada petuah berikut.
مَوَدَّةُ الصَّدِيْقِ تَظْهَرُ وَقْتَ الضِّيْقِ

Ya, kesempitan atau kesusahan yang kita alami bisa menyibak tabir pertemanan yang palsu. Teman yang tulus pastilah akan membantu kita saat kesusahan. Berbeda dengan mereka yang cari keuntungan belaka. Mendekat saat kita senang dan menjauh saat kita susah.

3. Sebaik-baik teman adalah mereka yang menunjukkan kepada kebaikan

Bagaimana kriteria teman terbaik menurutmu? Apakah yang selalu ada di sisi, senantiasa membantu, atau mampu menjaga rahasia? Menurut petuah Arab, jawabannya bukanlah itu semua.
خَيْرُ الأَصْحَابِ مَنْ يَدُلُّكَ عَلىَ الخَيْرِ

Teman yang menunjukkan atau mengarahkan kepada kebaikan, merekalah yang pantas disebut best friend. Mereka tidak hanya terbaik di dunia, tetapi hingga akhirat baka. 

4. Musuh yang pandai lebih baik daripada kawan yang jahil

Petuah yang satu ini menyindir keras teman yang jahil atau bodoh. Bahkan, dikatakan mereka lebih buruk daripada musuh yang pandai. Mengapa demikian?

Alasannya berhubungan dengan petuah sebelumnya. Kita sudah tahu bahwa friendship goals terbaik adalah mengarahkan kepada kebaikan. Untuk mencapai itu, kita perlu orang yang pandai atau berakal (aqil), bukan orang yang bodoh (jahil).

Dari sanalah muncul petuah:
عَدُوٌّ عَاقِلٌ خَيْرٌ مِنْ صَدِيْقٍ جَاهِلٍ

5. Barang siapa banyak perbuatan baiknya, banyak pulalah temannya

Selain kejujuran, modal sikap yang harus kita punya untuk berteman adalah kebaikan. Semakin sering kita berbuat baik, kita akan semakin banyak mendapat teman.
مَنْ كَثُرَ إِحْسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ

Hal ini juga sejalan dengan poin nomor tiga. Kita jangan hanya mengharapkan teman kita memenuhi friendship goalmengarah kebaikan sepihak. Kita juga harus melakukan yang sama: mengarahkan kepada kebaikan. Cara yang bisa dilakukan yakni mengamalkan kebaikan itu sendiri, agar teman kita tergugah hatinya.

6. Barang siapa mencari teman yang tidak bercela, maka ia akan tetap tidak mempunyai teman

Petuah selanjutnya merupakan warningbagi kita dalam mencari teman. Kita tidak akan bisa menemukan teman yang sempurna atau tanpa cela. Jika kita memaksa mencari yang sempurna, niscaya selamanya kita tidak akan punya teman.
مَنْ طَلَبَ أَخًا بِلاَ عَيْبٍ بَقِيَ بَلاَ أَخٍ

Begitulah petuah Arab memperingatkan kita. Janganlah menuntut teman kita untuk sempurna. Berbuat salah atau memiliki cela adalah kewajaran. Kita sendiri pun tidak terbebas dari hal semacam itu.

7. Teman adalah orang yang membuatmu menangis, bukan orang yang membuatmu tertawa

Terjemahan petuah Arab yang satu ini mesti membuat sebagian dari kalian mengernyitkan dahi. Bagaimana bisa teman didefinisikan sebagai yang membuat menangis, bukan yang membuat tertawa?
 صَدِيْقُكَ مَنْ أَبْكَاكَ لاَ مَنْ أَضْحَكَك

Itulah versi asli petuahnya. Teman (صديق) dalam bahasa Arab berkorelasi dengan sifat jujur. Bisa dibilang teman di sini ialah teman kepercayaan yang jujur. Berangkat dari sana kita bisa tahu alasan 'membuat menangis' itu lebih baik daripada 'membuat tertawa'.

Maksud 'membuat menangis' adalah dia menegur kita mati-matian saat berbuat salah sampai kita menangis. Dia berkata jujur meskipun tahu itu menyakitkan. 

Berbeda dengan mereka yang 'membuat kita tertawa'. Orang-orang itu membiarkan kita dalam kesalahan atau hanya datang di saat senang.

8. Cintailah temanmu sewajarnya karena boleh jadi suatu hari dia menjadi musuhmu dan bencilah musuhmu sewajarnya karena boleh jadi suatu saat dia akan menjadi temanmu

 ﺃﺣﺒﺐ ﺣﺒﻴﺒﻚ ﻫﻮﻧﺎً ﻣﺎ ، ﻋﺴﻰ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻏﻀﻴﺒﻚ ﻳﻮﻣﺎً ﻣﺎ ﻭﺍﻛﺮﻩ ﻏﻀﻴﺒﻚ ﻫﻮﻧﺎً ﻣﺎ ، ﻋﺴﻰ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺣﺒﻴﺒﻚ ﻳﻮﻣﺎً ﻣﺎ

Prinsip pertemanan terakhir: jangan berlebihan mencintai teman. Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, termasuk dalam hal persahabatan.

Tidak ada yang tahu masa depan pertemanan kita. Siapa tahu sahabat kita kelak menjadi musuh, sedangkan musuh kita malah menjadi sahabat baik. Tuhan Maha Membolak-balikkan hati manusia.

Selesai sudah rangkuman 8 petuah Arab yang mengajarkan prinsip pertemanan. Semoga kalian tidak salah dalam berteman dan semoga kita mendapatkan teman sejati yang langgeng sampai akhirat nanti. Aamiin.

(***)

No comments

Powered by Blogger.