89 Pekerja Migran Sudah Tiba, Jokowi Minta Jangan Sampai ada Gelombang Kedua


D'On, Jakarta,- Presiden Joko "Jokowi" Widodo meminta agar pekerja migran yang pulang ke Indonesia diawasi secara ketat. Dia mengatakan, jumlah pegawai migran yang sudah tiba di Indonesia mencapai 89 ribu dan akan bertambah 16 ribu lagi.

Jokowi pun mengingatkan, jangan sampai klaster pekerja migran itu menyebabkan gelombang kedua virus corona di Indonesia. Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan arah di dalam rapat terbatas mengenai penanganan COVID-19.

1. Minta dimonitor, Jokowi tak ingin ada gelombang kedua

Jokowi mengungkapkan sebanyak 89 ribu pekerja migran sudah kembali ke Indonesia. Ia meminta mereka agar dikawal dengan ketat agar tak menyebabkan klaster baru.

"Kita lihat bahwa pekerja migran Indonesia laporan yang saya terima sudah 89 ribu yang sudah kembali dan mungkin akan bertambah 16 ribu. Ini perlu ditangani, dikawal secara baik di lapangan sehingga jangan sampai muncul gelombang kedua," ujar Jokowi yang disiarkan langsung di channel YouTube Sekretariat Presiden, Senin (4/5).

2. Jokowi ingin ada pengawasan ketat pada semua klaster

Selain itu, Jokowi juga meminta agar klaster-klaster penyebaran virus corona diawasi dengan ketat. Salah satunya klaster jamaah tablig akbar.

"Kita harus melakukan monitor secara ketat potensi penyebaran di beberapa klaster, klaster pekerja migran, klaster jamaah tablig, klaster Gowa, klaster rembesan pemudik, klaster industri, ini perlu betul-betul dimonitor secara baik," jelas Jokowi.

3. Jokowi sebut industri yang beroperasi harus sesuai protokol kesehatan

Selanjutnya, Jokowi juga meminta untuk dipastikan industri-industri yang masih beroperasi, terutama terkait dengan masalah protokol kesehatan.

"Yang lain juga klaster industri kita harus memastikan industri-industri yang diizinkan beroperasi yang mana harus dicek di lapangan, mereka melakukan protokol kesehatan secara ketat atau tidak," ucapnya.


(mond/IDN)

No comments

Powered by Blogger.