Mensos Menegaskan Bahwa Tidak Ada Bantuan Berupa Uang Rp 600 Ribu


D'On, Jakarta,- Menteri Sosial Juliari P. Batubara memastikan, informasi terkait Bantuan Sosial (Bansos) senilai Rp600 ribu yang beredar di tengah masyarakat bukan Bansos Sembako yang saat ini sedang dalam proses penyaluran oleh Kemensos.

"Bantuan sembako disalurkan untuk memenuhi kebutuhan pokok dan menahan keinginan masyarakat agar tidak mudik. Bantuan sembako ini bukan bantuan bernilai Rp600 ribu sebagaimana informasi yang mungkin disalahpahami masyarakat, " ujar Mensos Juliari, dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4).

1. Kemensos saat ini sedang fokus menyalurkan bansos sembako

Juliari menjelaskan saat ini banyak beredar kesimpangansiuran di tengah masyarakat, sebab sebagian masyarakat mempertanyakan realisasi bansos senilai Rp600 ribu/bulan untuk warga terdampak COVID-19.

"Kemensos saat ini sedang fokus menyalurkan bansos sembako yang merupakan bansos baru. Selain itu, Kemensos juga sudah meningkatkan indeks bantuan dan memperluas jangkauan penerima bantuan pada bansos reguler, yakni PKH dan Program Sembako (dulu BPNT), " imbuhnya.

2. Bansos sembako tersebut berisi paket sembako dan makanan siap saji untuk pekerja informal

Bansos sembako tersebut berisi paket sembako dan makanan siap saji untuk pekerja informal di DKI Jakarta yang terdampak COVID-19.

"Penerima bansos sembako didasarkan atas data dari Pemprov DKI Jakarta yakni 3,7 juta jiwa. Kementerian Sosial menyalurkan bansos sembako untuk 2,6 juta jiwa, sementara 1,1 juta sudah ditanggulangi dari APBD DKI Jakarta," terangnya.

3. Mensos tegaskan kardus Kemensos resmi ada logonya

Untuk mendukung penyaluran bansos sembako, Kemensos mendirikan Posko Bansos di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Nasional Utama, Kalibata, Jakarta.

"Bansos Sembako didistribusikan sejak Selasa, 7 April 2020, sampai 19 April 2020, dengan volume sebesar 300.000 paket,” kata Mensos Juliari.

Dengan bansos sembako, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pokok dan menahan keinginan masyarakat agar tidak mudik.

"Bantuan yang kami kirimkan, ditandai dengan kemasan kotak warna merah. Dengan logo Kemensos dan tagline #KemensosHADIR. Pada tayangan video yang banyak beredar di sosial media, kemasannya berbeda. Jadi konfirm, itu bukan dari Kemensos," katanya.

4. Dinas sosial himpun penerima bansos

Dalam mekanisme distribusinya, Kementerian Sosial tidak menyalurkan bantuan sosial sembako secara langsung.
Masyarakat yang ingin mendapatkan bansos sembako, bisa mendaftarkan diri terlebih dahulu melalui pemerintah daerah (pemda) setempat, yakni melalui dinas sosial atau suku dinas sosial.

Penerima Bansos sembako adalah keluarga Orang Dalam Pemantauan (OPD), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), pekerja sektor informal dan masyarakat rentan lainnya yang datanya dihimpun dan diusulkan oleh dinas sosial di lima wilayah Provinsi DKI Jakarta.

(mond/IDN)

No comments

Powered by Blogger.