Kacau! Trump Dukung Demo Warga Bersenjata Tolak Lockdown,Gubernur Marah

D'On, Amerika Serikat,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump bereaksi menanggapi aksi-aksi demo di sejumlah negara bagian AS untuk memprotes aturan tetap di rumah, yang diterapkan karena pandemi virus Corona.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (18/4/2020), Trump terkesan menunjukkan dukungannya pada ribuan warga AS yang berdemo itu, dengan sebagian demonstran membawa pistol.

"LIBERATE (bebaskan -red) MINNESOTA!" demikian cuitan Trump di akun Twitter miliknya. "LIBERATE MICHIGAN!" tulisnya lagi.

Setelah itu, Trump kembali menuliskan: "LIBERATE VIRGINIA, and save your great 2nd Amendment. It is under siege!"

Ketiga negara bagian itu -- Minnesota, Michigan and Virginia -- telah dilanda aksi-aksi demo pekan ini untuk memprotes kebijakan lockdown (penguncian) yang diterapkan masing-masing gubernur sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona.

Para gubernur di ketiga negara bagian itu berasal dari Partai Demokrat, sehingga cuitan-cuitan Trump itu tampaknya bermotif politik.

Lebih dari 40 negara bagian AS telah memberlakukan perintah untuk di rumah saja dan sekitar 95 persen penduduk AS saat ini berada dalam sejumlah bentuk lockdown.

Menanggapi cuitan Trump itu, Gubernur Michigan Gretchen Whitmer mengatakan kepada para wartawan, bahwa dirinya berharap cuitan Trump "tidak mendorong lebih banyak aksi protes."

"Ada banyak kecemasan dan saya pikir, Anda tahu hal terpenting yang dapat dilakukan oleh siapa pun yang memiliki platform adalah mencoba menggunakan platform itu untuk memberi tahu orang-orang, `Kita akan melewati ini,`" kata Whitmer menyindir Trump.

Tanggapan lebih keras disampaikan Gubernur Washington, Jay Inslee yang marah atas cuitan Trump tersebut. "Pernyataan presiden pagi ini mendorong tindakan-tindakan ilegal dan berbahaya," cetus Inslee geram.

"Dia menempatkan jutaan orang dalam bahaya tertular COVID-19," tuturnya.

"Kata-kata kasar dan seruannya agar orang-orang `membebaskan` negara-negara bagian itu juga bisa mengarah pada kekerasan," kata Inslee memperingatkan dalam sebuah pernyataan.

"Presiden sedang mengobarkan pemberontakan domestik dan menyebarkan kebohongan, bahkan ketika pemerintahannya sendiri mengatakan virus itu nyata dan mematikan, dan bahwa kita masih harus menempuh jalan panjang sebelum pembatasan dapat dicabut," tegasnya.

AS saat ini menjadi negara dengan jumlah kasus infeksi Corona terbanyak di dunia, yakni lebih dari 600 ribu kasus. AS juga mencatat jumlah kematian tertinggi di dunia, dengan sekitar 30 ribu kematian.

(LJC)

No comments

Powered by Blogger.