Indonesia Dilanda Cuaca Panas, Ini Tiga Tips dari Kemenkes


D'On, Jakarta,- Beberapa pekan belakangan, masyarakat Indonesia mengeluhkan cuaca yang sangat panas dan terik, hingga membuat malas untuk melakukan aktivitas di luar ruangan.

Hal ini diakui Kepala Peringatan Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin, M.Si, yang mengungkap suhu terpanas bisa mencapai 38 hingga 39 derajat celcius hingga akhir Oktober 2019.
Menanggapi itu, pihak kementerian kesehatan memberikan sejumlah imbauan untuk menghadapi cuaca yang terik ini.

Disampaikan Sekretaris Ditjen P2P dr. Achmad Yurianto, ada tiga langkah yang harus dilakukan menghadapi cuaca panas seperti sekarang ini, dilansir dari Suara.com, pada Sabtu, 26 Oktober 2019.

1. Jaga hidrasi tubuh

Yurianto mengatakan panas yang terik membuat cairan tubuh akan mudah menguap, dan untuk mencegah hal itu, kita perlu menghidrasi tubuh dengan baik, minimal dengan minum 2 liter air per hari.

"Minum air putih yang cukup, paling tidak 2 liter sehari. 2 liter itu kan 2000 cc, dibagi 24 jam, melek 15 jam, dibagi tiap jam. Tidak sampai 200 cc sekali minum. Jangan sekaligus minumnya, bisa terkencing-kencing," ujar dr. Achmad Yurianto dalam acara 'Temu Media Terkait Cuaca Panas' di Gedung Kemenkes RI.

2. Pakai baju longgar

Saat cuaca panas, pastikan tidak menggunakan pakaian ketat agar sirkulasi udara di sekitar tubuh bisa terjaga dengan baik. Oleh karena itu, disarankan memakai baju yang longgar, agar udara panas tidak bertahan di tubuh.

"Seumpama kopi, kalau ditutup kan panasnya masih bertahan. Nah, kalau dibuka kan cepat hilang panasnya karena ada sirkulasi udara dan nggak ketutup, sama kayak pakaian," imbuhnya.

"Dipancarkan ini tergantung pada partikel, kalau pakai pakaian ketat bahan nilon, maka pemancaran suhu tubuh akan terhambat. Gunakan pakaian yang tidak menghambat sirkulasi, pakai pakaian longgar yang tidak menyerap panas," lanjutnya.

3. Gunakan pelindung tubuh

Saat panas melanda, usahakan tubuh tidak terekspos secara langsung dengan matahari, tapi bukan berarti tidak boleh terkena paparan matahari. Jadi ada baiknya gunakan pelindung tubuh saat beraktivitas seperti payung, sarung tangan, atau topi.

"Paparan matahari berlebihan, bisa berpotensi sebabkan mutasi gen, karena efek paparan matahari jauh lebih lama dibanding dehidrasi," jelasnya. 

#suara

No comments

Powered by Blogger.