Breaking News

Siapkan Puskesmas Paripurna, Pemko Padang Kaji Banding Ke Pemko Bandung

D'On, Bandung (JABAR),- Dalam rangka meningkatkan akreditasi seluruh Puskesmas di Kota Padang menjadi Puskesmas Paripurna, Pemko Padang melakukan kaji banding ke Pemko Bandung, tepatnya ke Puskesmas Kopo Kecamatan Bojongloa Kidul, Rabu (5/12/2018). Puskesmas Kopo merupakan Puskesmas Paripurna yang telah meraih berbagai penghargaan dan menjadi model bagi berbagai daerah dan manca negara.

Kaji banding dari Pemko Padang tersebut diikuti Asisten Administrasi Kota Padang Didi Aryadi, Kepala DKK Ferimulyani, Kabag Humas Imral Fauzi, Sekretaris Bappeda Elvira, Kasubid Akuntansi BPKA Jufri, serta 12 Kepala Puskesmas; Ulak Karang, Air Tawar, Lapai, Pengambiran, Kuranji, Pasar ambacang, Nanggalo, Anak Air, Dadok, Rawang, Pancungan.

Dikesempatan itu, Didi Aryadi mengatakan, saat ini akreditasi Puskesmas di Kota Padang masih Utama, dan satu tahap lagi menuju akreditasi Paripurna. “Untuk itu, kita perlu kaji banding ke Puskesmas Kopo ini, karena banyak hal yang perlu kita pelajari”, ungkap Didi dipertemuan itu.

Senada dengan Asisten Administrasi, Kepala DKK Kota Padang dr. Ferimulyani menjelaskan, mulai tahun ini setiap Puskesmas di Kota Padang sudah memberlakukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Mandiri, disamping berkonsentrasi memberikan pelayanan kesehatan masyarakat, juga bertanggungjawab menjadi Pola Pengelolaan Keuangan (PPK) BLUD.

“Jadi, kita juga memerlukan ilmu PKK BLUD dan pengalaman Puskesmas Kopo dalam mengimplementasikannya. Selain, tatakelola dalam mewujudkan Puskesmas Paripurna”, imbuh dr. Ferimulyani.

Dikesempatan yang sama, Kepala UPT Puskesmas Kopo dr. Intan Annisa Fatmawaty mengatakan, Puskesmas Kopo melakukan banyak hal dalam mewujudkan Puskesmas Paripurna. Diantaranya, pelayanan yang berbasis teknologi informasi, peningkatan SDM di bidang PPK BLUD, dan peningkatan fasilitas Puskesmas.

“Dan yang paling penting dari semua itu adalah membangun tata nilai dan budaya kerja, serta ikhtiar yang paripurna”, ujar dr. Intan

“Disamping menguasai dan menerapkan ilmu manajemen Puskesmas dan manajemen Perkesmas dalam tatakelola Puskesmas”, tambahnya lagi. (hms)