Usai Baku Hantam, 1 TNI dan 2 Polisi di Ambon Saling Berpelukan Hangat

D'On, Ambon (Maluku),- Salam komando dan berpelukan hangat. Nampak pandangan mata penuh penyesalan. Suasana akrab antar-dua aparat penegak hukum terasa di Markas Polisi Militer Kodam (Pomdam) XVI/Pattimur, Ambon, Maluku.


Momen tersebut adalah buntut antara dua personel polisi dan seorang prajurit TNI. Adalah Pratu Barnabas yang tidak terima mengetahui saudaranya kena tilang oleh Polantas, belakangan diketahui adalah Bripka Novie Sarioa dan Bripka Zulkarnain, anggota Satlantas Polresta Ambon.
Pratu Barnabas Kakisina yang merupakan anggota Kodim 1504 Ambon mendapat telepon dari saudaranya sedang ditilang polisi. Kadung tersulut emosi, Pratu Barnabas langsung memberi bogem mentah ke polisi tersebut.

"Jadi betul, tadi anggota kami sementara melakukan tugas di lapangan kemudian ada masyarakat anggota melanggar lalin. Kemudian yang bersangkutan mau ditilang, dia nelepon keluarganya anggota TNI datang, terjadilah keributan," kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes M. Roem Ohoirat saat dikonfirmasi, Rabu (24/11).
Peristiwa itu cukup menyedot perhatian warga sekitar. Betapa tidak, baku hantam antar-aparat penegak hukum itu terjadi di pinggir jalan dengan kondisi masih siang dan ramai warga lalu lalang.
Bahkan, ada salah satu warga yang merekam kejadian itu dan viral di media sosial.

Pucuk pimpinan di wilayah tersebut langsung turun tangan. Lantas, dua institusi itu berkumpul di Markas Polisi Militer Kodam (Pomdam) XVI/Pattimura. Tujuannya, apalagi kalau bukan mendamaikan dua seteru.

Di tempat yang sama, Roem memastikan keduanya sudah berdamai. Keributan dipicu oleh kesalahpahaman.

Pihak-pihak yang terlibat kini sudah berdamai. Peristiwa itu terjadi di sekitar Pos Lalu Lintas Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon, tepatnya di depan Kantor PLN, Jalan Rijali, Ambon.

Roem menjelaskan, kejadian baku hantam itu berawal dari dua personel polantas yang hendak menilang pengendara motor akibat melanggar lalu lintas. Akan tetapi, karena tidak terima, orang tersebut mengadu ke sanak saudaranya yang merupakan Anggota TNI.

"Pada sore tadi ada kesalahpahaman pada anggota kami dengan salah satu rekan TNI. Kemudian masalah ini sudah diselesaikan, di antara mereka sudah saling salaman dan sudah saling memaafkan," kata Roem saat pertemuan di Mapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Roem melanjutkan, komandan dari masing-masing personel Polri dan TNI yang baku hantam itu sudah bertemu dan menyelesaikan masalah tersebut.

"Di sini juga ada komandannya langsung, kemudian ada Kapolresta sebagai komandan di antara teman-teman polisi lalu lintas," ujarnya.

Menurut Roem, kasus ini telah dianggap selesai. Namun untuk tindakan terkait penegakan disiplin dan sanksi, akan diserahkan kepada masing-masing pimpinan.

"Pimpinan masing-masing kesatuan akan memeriksa anggotanya. Apabila ada yang melanggar disiplin maka akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Kalau masalah sampai malam ini sudah selesai," katanya.

Perdamaian disaksikan oleh Kabid Humas Polda Maluku Kombes M Roem Ohoirat, Kapendam XVI/Pattimura Kolonel Arh Adi Prayoga, Kabid Propam, Danpomdam, Kapolresta Ambon dan Dandim 1504 Ambon.

(mdk/rhm)

Powered by Blogger.