Breaking News

Walikota: Para Pelaku Maksiat Tak Layak Tinggal di Kota Ini !!

D'On, Padang (SUMBAR),- Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah memimpin Deklarasi "Padang Bersih Maksiat" yang dilangsungkan di pelataran parkir GOR H. Agus Salim, Minggu pagi (18/11).

Deklarasi ini dimaksudkan, guna membersihkan perilaku zina, LGBT, narkoba, miras dan judi di ibukota Provinsi Sumatera Barat itu. Semua elemen pun menghadiri dan menyaksikan deklarasi tersebut. Diantaranya unsur Forkopimda Padang, Ketua LKAAM, Ketua KAN, Ketua Bundo Kanduang, serta seluruh organisasi masyarakat (Ormas) se-Kota Padang dan termasuk perwakilan lintas agama, pimpinan dan civitas UPI YPTK Padang dan lainnya. Berbagai spanduk berisi kecaman terhadap pelaku maksiat pun bertebaran di lokasi.

"Untuk itu, mulai hari ini saya ingatkan siapa saja para pelaku maksiat agar segera bertobatlah. Dan para pembeking, yang saya tahu ada yang membekinginya maka juga bertobatlah, karena anda semua akan berhadapan dengan seluruh pihak dan masyarakat yang ada di daerah ini. Bukan hanya pemerintah daerah, tapi juga aparat keamanan," ujar Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah dengan tegas.

Menurut Mahyeldi, para pelaku maksiat memang tak layak tinggal di Padang karena sesuai falsafah yang ada di bumi Minangkabau yakni Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Sebenarnya , untuk mewujudkan Kota Padang bersih maksiat sejauh ini pemko melalui Sat Pol PP terus rutin melakukan razia dan pengawasan baik pagi dan malam hari yang juga didukung oleh jajaran kepolisian, TNI dan aparat terkait lainnya yang tergabung dalam Tim SK4.

Sementara untuk lebih masif lagi, ia pun akan menambah dan memperkuat personel Satpol PP sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda) di  2019 mendatang.

“Sehingga dengan itu, semakin mendorong pembersihan maksiat dan berbagai perilaku menyimpang lainnya di Padang kota yang cintai ini,” cetus wako seraya menyerukan Kota Padang dan disambut bersih maksiat oleh para hadirin itu.
Lebih lanjut wako menambahkan, deklarasi ini sebetulnya adalah perjuangan semua unsur dan masyarakat Kota Padang.

“Insyaallah, dengan semangat Allahuakbar, Allah akan memberikan bantuan bagi kita semua. Mulai detik deklarasi ini berarti kita semua memiliki tanggung jawab moril dalam mencegah perbuatan maksiat, LGBT dan penyimpangan lainnya di kota ini,” serunya.

Deklarasi ini diisi dengan ceramah agama oleh Ustadz "Akhir Zaman" Zulkifli Muhammad Ali dan Imam besar Masjid di New York, Amerika Serikat, Shamsi Ali. Keduanya juga mengingatkan bahaya yang muncul akibat perilaku maksiat disertai pengalaman dari fenomena musibah yang telah terjadi di negeri ini.
Deklarasi Padang Bersih Maksiat ditandai dengan penandatangan kesepakatan dan kebulatan tekad beragam unsur terdiri dari pemerintah daerah, legislatif, perguruan tinggi, tokoh adat dan agama, termasuk perwakilan pimpinan seluruh agama. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama Pemko Padang dengan UPI YPTK Padang serta elemen terkait lainnya.

Berikut isi dan uraian Deklarasi Padang Bersih Maksiat :
Bismillahirahmanirahim

Pada hari, Minggu tanggal 18 November 2018, kami menyatakan :

1. Mendukung langkah pemerintah Kota Padang untuk menjadikan Kota Padang yang bersih dari maksiat seperti bersih dari perbuatan zina, LGBT, Narkoba, Miras dan lainnya

2. Diimbau kepada masyarakat, organisasi, lembaga pemerintah dan swasta serta perguruan tinggi agar tidak melakukan perbuatan yang brrbau maksiat

3. Mari kita pelihara persatuan dan kesatuan, kita ciptakan situasi yang kondusif, aman, nyaman, teetiv serta bersih dari maksiat. (hms/*)