Breaking News

90 Orang Ditangkap Polisi Dekat Istana saat Aksi Demo Papua yang Berakhir Ricuh

D'On, Jakarta,- Polisi total menangkap 90 orang terkait aksi demo massa Papua berujung ricuh yang terjadi di dekat Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (11/3).


Diketahui, aksi demo itu digelar oleh mahasiswa Papua dalam rangka menolak pemekaran wilayah di Provinsi Papua dan Papua Barat.

"Jumlahnya 90 orang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan saat dikonfirmasi, Jumat (11/3).

Puluhan orang itu diketahui ditangkap dan selanjutnya di bawa ke Polda Metro Jaya. Kata Zulpan, mereka akan dipulangkan usai menjalani pemeriksaan.

"Mereka akan dipulangkan setelah didata dan diminta keterangan," ucap Zulpan.

Sebagai informasi, demo berujung ricuh itu turut menyebabkan Kasat Intel Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Ferikson Tampubolon terluka di bagian kepala akibat dipukul massa. Selain itu, sejumlah personel Polri lainnya juga mengalami luka.

Dari sisi pedemo, juga mengklaim ada lima orang yang mengalami luka akibat bentrokan dengan aparat tersebut. Bahkan, satu di antaranya adalah seorang perempuan dan sempat pingsan.

Kendati demikian, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan membantah bahwa ada aksi pemukulan yang dilakukan oleh aparat.

"Polisi tidak ada melakukan pemukulan terhadap pedemo," kata Zulpan.

Tim Advokasi Papua meminta Polda Metro Jaya menghukum anggota polisi yang diduga melakukan kekerasan terhadap 6 orang Papua saat melakukan aksi menolak pemekaran di dekat Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Advokat yang berada dalam Tim Advokasi Papua tersebut, Teo Reffelsen mengatakan apabila tindak kekerasan itu berdasarkan perintah, maka atasan polisi tersebut harus bertanggung jawab.

"Polda harus proses hukum anggota polisi yang melakukan kekerasan terhadap 6 orang papua itu," kata Teo dinukil dari CNNIndonesia.com, Jumat (11/3).

"Jika itu berdasarkan perintah, maka atasannya harus dimintai pertanggungjawaban Pidana juga," imbuhnya.

Teo mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari peserta aksi, enam mahasiswa tersebut antara lain, Ince yang dadanya ditendang oleh aparat dan pingsan.

Kemudian, Bob yang mengalami luka gores di kaki dan bagian ulu hatinya ditendang, Samuel Purwaro ditendang dan ditarik ke mobil tahanan serta mengalami luka di mata kanan, dan Deris Murib yang dahinya dan belakang tubuhnya ditendang.

Daten dipukul menggunakan helm di bagian kepala serta seorang anggota solidaritas Indonesia yang ditendang polisi.

"Mengalami luka-luka di badan dan giginya retak. Kemaluannya ditarik, lalu HP diambil. HP-nya sudah dikembalikan," kata Teo.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengklaim tidak ada aksi pemukulan yang dilakukan aparat.

"Polisi tidak ada melakukan pemukulan terhadap pedemo," kata Zulpan.

Puluhan mahasiswa Papua bentrok dengan aparat di dekat Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (11/3), saat hendak menuju Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk berunjuk rasa menolak pemekaran wilayah.

Berdasarkan pantauan, sekitar 30 orang yang mengaku sebagai mahasiswa Papua mulanya mencoba menuju kantor Kemendagri, di Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, melalui Jalan Veteran di dekat gedung Sekretariat Negara, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Di titik itu, puluhan polisi sudah menyiapkan barikade. Demonstran pun dilarang melintas lebih jauh. Negosiasi antara kedua pihak berjalan alot hingga 30 menit.

Polisi tetap menolak pedemo melintas. Dorong-dorongan mulai terjadi. Usai beberapa lama, kontak kedua pihak berubah jadi ricuh usai rombongan demonstran menjebol barikade.

Polisi kemudian mengejar mahasiswa yang berhasil menembus barisan. Sebagian terlibat adu pukul.


(dis, iam/kid)


#DemoMahasiswa #DemoPapua #Ricuh