-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pulang dari Lawatan Luar Negeri, Prabowo Panggil 11 Pejabat ke Hambalang, Apa yang Dibahas?

26 يناير 2026 | يناير 26, 2026 WIB Last Updated 2026-01-25T17:06:28Z
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bersama sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih di kediamannya Hambalang, Bogor, pada Minggu 25 Januari 2026. (istimewa/istimewa)



D'On, Bogor – Tak menunggu lama usai kembali dari lawatan luar negeri, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto langsung menggelar rapat tertutup bersama sejumlah pejabat kunci Kabinet Merah Putih. Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (25/1/2026), dan menjadi sinyal kuat keseriusan pemerintah dalam mengawal program strategis nasional.


Rapat yang berlangsung sejak siang hingga malam hari itu dihadiri 11 pejabat tinggi negara, mencakup menteri-menteri strategis hingga pimpinan lembaga pertahanan dan intelijen. Agenda utama pertemuan adalah mengecek langsung progres, hambatan, serta arah kebijakan sejumlah sektor vital pemerintahan.


Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari gaya kepemimpinan Presiden Prabowo yang menekankan pengawasan langsung dan koordinasi lintas sektor.

 

“Presiden ingin memastikan bahwa seluruh program prioritas berjalan sesuai rencana, terutama setelah beliau kembali dari kunjungan luar negeri,” ujar Teddy dalam keterangan resmi yang diunggah di akun Instagram Sekretariat Kabinet.


Deretan Pejabat yang Dipanggil Presiden


Sejumlah pejabat yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain:

  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
  • Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan
  • Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi
  • Mendiktisaintek Brian Yuliarto
  • Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin
  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto
  • Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita
  • Jaksa Agung ST Burhanuddin
  • Kepala BIN Muhammad Herindra
  • Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya


Komposisi peserta rapat mencerminkan lintas sektor strategis, mulai dari ekonomi, energi, pangan, pendidikan, pertahanan, hingga penegakan hukum dan intelijen.


Fokus Bahasan: Dari Koperasi Desa hingga Keamanan Nasional


Menurut Teddy, terdapat lima sektor utama yang menjadi fokus pembahasan Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut:


1. Koperasi Desa Merah Putih


Presiden menerima laporan langsung dari Menko Pangan Zulkifli Hasan terkait progres pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, yang digadang-gadang menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan dan distribusi pangan nasional.


Program ini dinilai krusial dalam upaya memperkuat ketahanan pangan, stabilitas harga, serta kesejahteraan petani dan pelaku UMKM di desa.


2. Sektor Energi dan Migas


Dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Presiden mendapat paparan perkembangan sektor minyak dan gas bumi, termasuk strategi peningkatan produksi, investasi energi, serta penguatan kemandirian energi nasional di tengah dinamika global.


3. Kerja Sama Pendidikan dan Minerba


Presiden juga mendalami laporan dari Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengenai kerja sama pendidikan tinggi, pengembangan sains dan teknologi, serta keterkaitannya dengan sektor pertambangan dan mineral strategis.


Isu ini menjadi penting mengingat kebutuhan Indonesia terhadap SDM unggul untuk mendukung hilirisasi industri dan transisi energi.


4. Sektor Perbankan dan Keuangan


Dari Menteri Keuangan, Presiden menerima evaluasi sektor perbankan, stabilitas fiskal, serta kesiapan keuangan negara dalam mendukung program-program prioritas pemerintahan Prabowo.


5. Pertahanan, Keamanan, dan Penertiban Kawasan Hutan


Isu pertahanan dan keamanan nasional menjadi salah satu pembahasan utama, dengan laporan dari Menteri Pertahanan dan Panglima TNI. Selain itu, Jaksa Agung ST Burhanuddin melaporkan perkembangan penertiban kawasan hutan, yang berkaitan erat dengan penegakan hukum, lingkungan hidup, dan konflik agraria.


Sinyal Kepemimpinan Aktif dan Tegas


Pertemuan maraton di Hambalang ini memperlihatkan gaya kepemimpinan Presiden Prabowo yang aktif, terpusat, dan menuntut akuntabilitas tinggi dari para pembantunya. Pemilihan lokasi di Hambalang juga dinilai sebagai simbol ruang kerja strategis Presiden untuk pembahasan isu-isu krusial negara.


Langkah ini sekaligus menjadi pesan politik bahwa pemerintahan Prabowo tidak ingin kehilangan momentum, terutama dalam mengawal program-program prioritas di awal masa kepemimpinan.


Dengan rapat intensif tersebut, Presiden tampaknya ingin memastikan bahwa setiap sektor berjalan sinkron, terukur, dan berdampak langsung bagi rakyat.


(B1)


#Nasional

×
Berita Terbaru Update