-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hoaks Retakan Jembatan Muaro Penjalinan Terbantahkan, DPUPR Padang Pastikan Aman Dilalui Kendaraan

14 ديسمبر 2025 | ديسمبر 14, 2025 WIB Last Updated 2025-12-14T05:09:34Z

Jembatan Muaro Penjalinan

D'On, Padang 
— Di tengah trauma masyarakat pascabanjir bandang yang melanda Kota Padang pada 28 November 2025, kabar bohong kembali mengusik ketenangan publik. Sebuah informasi menyesatkan terkait kondisi Jembatan Muaro Penjalinan beredar luas di media sosial, menyebutkan bahwa jembatan tersebut mengalami retakan serius dan tidak lagi aman dilalui kendaraan.

Informasi itu menyebar cepat, berpindah dari satu linimasa ke linimasa lain, memicu keresahan warga, terutama pengguna jalan yang setiap hari bergantung pada akses vital tersebut. Namun, Pemerintah Kota Padang dengan tegas membantah kabar tersebut dan memastikan bahwa Jembatan Muaro Penjalinan dalam kondisi aman dan layak fungsi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Padang, Tri Hadiyanto, menegaskan bahwa informasi yang beredar sama sekali tidak berdasar dan tidak sesuai dengan hasil pemeriksaan teknis di lapangan.

“Jembatan Muaro Penjalinan aman untuk dilalui kendaraan. Informasi yang menyebutkan adanya retakan dan kondisi jembatan tidak aman adalah tidak benar,” tegas Tri, Minggu (14/12/2025).

Tri menjelaskan, untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, DPUPR Kota Padang tidak hanya mengandalkan laporan internal. Pihaknya juga berkoordinasi langsung dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, serta melakukan peninjauan lapangan secara langsung.

Hasilnya, tidak ditemukan kerusakan struktural maupun retakan yang membahayakan konstruksi jembatan.

“Setelah kita kroscek dan mendapatkan informasi langsung dari pihak berwenang, jembatan itu aman-aman saja. Tidak ada kerusakan struktural yang mengancam keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.

Lebih jauh, Tri mengungkapkan akar persoalan munculnya hoaks tersebut. Sebelum banjir bandang terjadi, DPUPR memang sempat melakukan perbaikan ringan berupa penambalan (patching) pada salah satu sisi badan jalan di atas jembatan, akibat adanya lubang pada permukaan aspal.

Namun, ketika pekerjaan perbaikan tersebut belum lama selesai, banjir bandang melanda kawasan tersebut. Kondisi sisa material dan bekas tambalan itulah yang kemudian disalahartikan oleh sebagian masyarakat sebagai retakan jembatan, lalu diabadikan dalam foto dan video yang menyebar luas tanpa klarifikasi.

“Saat penambalan dilakukan, banjir datang. Bekas tambalan itu kemudian dianggap sebagai retakan, lalu informasinya menyebar ke mana-mana tanpa dicek kebenarannya,” terang Tri.

Kadis PUPR Padang menyayangkan maraknya penyebaran informasi yang tidak diverifikasi, terlebih di saat masyarakat masih dalam kondisi sensitif pascabencana. Ia mengimbau warga untuk tidak mudah terprovokasi isu yang belum jelas sumbernya, serta mengajak masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Meski memastikan jembatan dalam kondisi aman, Tri tetap mengingatkan pengguna jalan agar selalu berhati-hati saat melintas, terutama di musim cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

“Kita minta masyarakat tetap waspada dan berhati-hati, namun tidak perlu panik apalagi termakan isu yang tidak benar. Pemerintah akan selalu menyampaikan informasi resmi jika memang ada kondisi yang membahayakan,” pungkasnya.

Dengan klarifikasi ini, Pemerintah Kota Padang berharap kepercayaan publik kembali terjaga, serta arus lalu lintas di Jembatan Muaro Penjalinan tetap berjalan normal tanpa dibayangi kekhawatiran yang tidak berdasar.

(Mond)

#Padang #Infrastruktur #DPUPR

×
Berita Terbaru Update