Breaking News

Oknum Polisi Kabur Bawa Empat Senjata Laras Panjang dari Polres Yalimo, Papua Pegunungan

Senjata laras panjang jenis SS1 milik anggota Polri dirampas oleh KKB di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Kamis, 1 Februari 2024.

D'On, Yalimo, Papua Pegunungan,-
Kejadian menghebohkan terjadi di Polres Yalimo pada Minggu dini hari (9/6/2024) sekitar pukul 04.00 WIT. Bripda AM, seorang anggota polisi yang diduga dalam keadaan mabuk, dilaporkan membawa kabur empat pucuk senjata api laras panjang dari kantor polisi. 

Peristiwa bermula ketika Bripda AM mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Yalimo dengan berpakaian preman dan membawa tas ransel besar. AM kemudian memasuki ruang kantor Satlantas, tempat penyimpanan senjata inventaris, dengan alasan ingin mengisi daya ponselnya.

Namun, bukannya mengisi daya, Bripda AM memasukkan tiga pucuk senjata laras panjang ke dalam ranselnya. Satu pucuk senjata lainnya dibawa dengan tangan. Keempat senjata yang dibawa kabur tersebut adalah jenis AK 2000P (AK China), disertai dengan 60 butir peluru tajam, 12 butir peluru karet, dan 8 butir peluru hampa.

Aksi Bripda AM sempat dipergoki oleh petugas jaga Polres Yalimo. Ketika ditegur, AM justru mengokang senjata dan mengarahkannya ke petugas jaga tersebut. Merasa terancam, petugas itu segera menyelamatkan diri, memberi celah bagi AM untuk kabur dengan membawa senjata-senjata tersebut.

Tidak lama setelah kejadian, Wakapolres Yalimo Kompol Unding Alimudin memerintahkan seluruh anggota polisi untuk mengejar dan menangkap Bripda AM. Pencarian intensif segera dilancarkan untuk menangkap pelaku dan mengamankan senjata yang dibawanya.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Kombes Ignatius hanya diketahui telah membaca pesan singkat yang dikirim sejak Minggu petang tanpa memberikan tanggapan lebih lanjut.

Kejadian ini juga menarik perhatian Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sambom, yang segera merespons berita tersebut di media sosial. Dalam pernyataan tertulisnya, Sebby menegaskan bahwa TPNPB, khususnya Pimpinan Wilayah XIV Yaligem, tidak mengetahui peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam pencurian senjata dari Polres Yalimo.

Kejadian ini menambah ketegangan di wilayah Papua Pegunungan, yang telah lama menghadapi berbagai isu keamanan. Hingga kini, keberadaan Bripda AM dan senjata yang dibawanya masih dalam pencarian intensif oleh pihak kepolisian. Perkembangan lebih lanjut diharapkan segera memberi kejelasan dan penyelesaian terhadap insiden ini.

(*)

#Polri #Peristiwa