Komplotan Pencuri Motor dan Penadah Diciduk, Satu Ditembak Mati

D'On, Jakarta,- Dua penadah sepeda motor curian digelandang ke Polda Metro Jaya. Polisi menyebut, D dan MT sebagai penadah kelas kakap. Salah satunya bahkan sudah menjadi buronan sejak setahun lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menerangkan, kepolisian menangkap D dan MT bersama dengan komplotan garong sepeda motor yakni MY, HS, dan ACS spesialis di daerah Cikarang Selatan, Cikarang Utara dan Bekasi.


Salah seorang di antaranya yaitu ACS terpaksa ditembak karena melawan saat ditangkap. Kepolisian pun menemukan satu senjata rakitan lengkap dengan peluru ketika membawa ACS ke rumah sakit.


"Kami berikan tindakan tegas dan terukur untuk melumpuhkan satu tersangka berinsial ACS. Yang bersangkutan meninggal dunia di rumah sakit. Kami temukan padanya senjata api rakitan dengan lima peluru," ucap dia di Polda Metro Jaya, Kamis (19/11).


Yusri mengatakan, komplotan ACS menjual sepeda motor hasil curian ke DT dan MT. Dalam sehari, setidaknya kedua menerima delapan sampai sepuluh sepeda motor.


"Penadah sudah DPO hampir setahun. Coba hitung berapa sepeda motor yang sudah dia tampung," ujar dia.


Menurut pengakuannya, incaran penadah jenis kendaraan yang masih tergolong baru. Biasanya, satu sepeda motor dihargai Rp1,5 juta sampai Rp3 juta tergantung jenis motor.


"Paling bagus ada yang dijual Rp3,8 juta," ujar dia.


Polisi saat ini sedang memburu bos dari D dan MT. Pengakuannya, sepeda motor dialihkan ke seseorang berinisial I atau dijual ke daerah Jawa Tengah.


"Satu DPO berinisial I. Jadi D dan MT kaki tangan dari DPO inisial I," tandas dia.


(eko/L6)


No comments

Powered by Blogger.