Dahler: Bohong! Jalan Ampang-Kalawi Selesai Tahun 2013 di Masa Walikota Fauzi Bahar

D'On, Padang (Sumbar),- Adanya, pemberitaan, Jalan Ampang-Kalawi 'mancilak' karena kepemimpinan Mahyeldi-Hendri terkesan pembohongan publik. Padahal, jalan tersebut selesai dikerjakan sebelum Mahyeldi menjadi walikota.


Mengklaim pekerjaan orang dengan keberhasilan diri sendiri, kadang menjadi manuver dalam politik. Seperti, pekerjaan jalan Ampang-Kampung Kalawi diklaim merupakan keberhasilan kepemimpinan Mahyeldi-Hendri Septa. Padahal, jalan itu selesai dibangun tahun 2013, itupun Mahyeldi masih belum jadi walikota dan Hendri Septa belum jadi wakil walikota.


Inipun diakui Dahler, mantan Kepala Satuan Kerja (Ka Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 2 Sumbar, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III Padang. Katanya, jalan tersebut dikerjakan tahun 2008-2012 dan selesai tahun 2013. 



"Jalan tersebut dikerjakan Dirjen Bina Marga dengan PU Bina Marga Provinsi Sumbar. Sementara, Pemko Padang hanya masalah pembebasan lahan. Saat itu, Walikotanya Fauzi Bahar dan Mahyeldi Wakilnya. Kalau ada yang mengatakan, jalan itu mancilak kepemimpinan Mahyeldi dan Hendri Septa itu bohong," kata Dahler via WA nya, Senin (16/11).


Dahler juga mengatakan, tak ada kaitan pekerjaan jalan itu dengan Mahyeldi dan Hendri Septa. Mahyeldi baru jadi walikota tahun 2014 dan Hendri Septa jadi wakil tahun 2019. Sementara jalan selesai tahun 2013. "Pekerjaan dimulai tahun 2008-2013 oleh BPJN, Ka Satkernya Reno dan saya sendiri. Sementara, PPK nya alm Nanda. Sedangkan dari Dinas Bima Marga Dedi Rinaldi. Lalu, apa hubungannya dengan Mahyeldi-Hendri Septa," tanya Dahler.


Ia juga mengatakan, seharusnya seorang pemimpin konsisten. Istilah Buya konsisten itu Istiqomah (berketetapan hati/tidak pernah berubah), meski untuk kepentingan politik dan rintangan yang datang."Manusia indak ma anjak kato. Karanggo indak ma anjak gigik. Indak barih bapantang luko. Indak ajal bapantang mati," kata Dahler berfilsafat. 


(NV/tim)

No comments

Powered by Blogger.