Turki: Sejarah Tak Akan Maafkan "Langkah Munafik" UEA Bersepakat dengan Israel


D'On, Ankara (Turki),- Turki mengecam Uni Emirat Arab (UEA) yang menyepakati perjanjian normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel, mengklaim Abu Dhabi tidak berhak untuk menyepakati perjanjian itu.

Sebagaimana diberitakan, UEA dan Israel, dengan ditengahi Amerika Serikat (AS) menyepakati normalisasi hubungan secara penuh, sebagai ganti penangguhan rencana sementara aneksasi bagian Tepi Barat yang diduduki. Dengan kesepakatan itu, UEA menjadi negara Arab ketiga yang menyetujui perjanjian damai dengan Israel setelah Mesir dan Yordania.

"Sejarah dan hati nurani bangsa-bangsa di kawasan ini tidak akan melupakan dan tidak akan pernah memaafkan tindakan munafik oleh UEA, yang mengkhianati perjuangan Palestina demi kepentingan sempit mereka dan sekarang mencoba untuk menampilkannya sebagai langkah tanpa pamrih", kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam pernyataan yang dilansir Sputnik.

Turki juga menjanjikan dukungan kepada Otoritas Palestina, yang sebelumnya mengutuk perjanjian tersebut. Pemimpin Palestina bahkan menyerukan sesi darurat Liga Arab dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk menolak perjanjian, yang dikenal sebagai "Kesepakatan Abraham" itu.

Kesepakatan itu diumumkan pada Kamis (13/8/2020) oleh Presiden AS Donald Trump, yang telah menerbitkan teks lengkap dari pernyataan bersama oleh Israel dan UEA di Twitter. Menurut Trump, keputusan untuk menangguhkan aneksasi adalah "konsesi besar dari Israel", menambahkan bahwa kesepakatan itu "akan mempertemukan dua mitra regional Amerika yang paling andal dan mampu".

Israel sebelumnya berencana untuk memperpanjang kedaulatannya atas bagian Tepi Barat yang ditandai untuk perampasannya di bawah "kesepakatan abad ini" Trump. Namun, Negara Zionis itu kemudian menangguhkan aneksasi tersebut sebagai ganti hubungan diplomatik dengan UEA.

Sumber: Sputnik/okezone

No comments

Powered by Blogger.