Ngaku Kena Begal, Pedagang Bakso Malah Dijebloskan ke Penjara


D'On, Bangka Belitung,- Berbagai cara dilakukan untuk memuluskan aksi kejahatan atau tipu muslihat. Salah satunya membuat laporan palsu untuk kepentingan diri sendiri.

Modus operandi laporan palsu dilakukan seorang tukang bakso, Nasam Sumarno (57). Dengan berbekal video rekayasa, ia mampu menghebohkan warga di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung.

Pembegalan yang terekam dalam video sempat membuat resah warga dan viral di media sosial. Setelah polisi turun tangan, aksi itu ternyata hanya rekayasa si tukang bakso agar mendapat simpati masyarakat. Kini, Pak De, biasa disapa harus berurusan dengan hukum.

Dalam video yang beredar, menunjukkan detik-detik penyelamatan seorang pria paruh baya. Pria tersebut dalam kondisi tangan terikat dan sebagian tubuh dimasukan kedalam karung. Beberapa warga dalam rekaman 30 detik dibuat panik dan berusaha menyelamatkan sang kakek.

Setelah diusut, aksi aksi Pak De ternyata hanya rekayasa. Tujuannya, agar mendapat belas kasihan warga dan memperoleh bantuan.

"Pelaku ditangkap karena dugaan laporan palsu, terkait aksi pembegalan. Modusnya ia seolah-olah menjadi korban begal agar mendapat simpati warga," kata Kasat Reskrim Polres Bangka Selatan AKP Albert Daniel Tampubolon, Sabtu (4/7/2020).
Nasam Sumarno, saat melakukan aksi seolah-olah menjadi korban pembegalan pada 2018.

Sebelumnya, Nasam melakukan aksi serupa pada 2018. Pada aksi itu, ia nekat menceburkan diri ke pinggir kolong bekas tambang. Untuk menyakinkan masyarakat ia mengikat tangan dengan tali. Dalam rekaman vidio amatir waktu itu ia mengaku ditodong senjata api oleh pembegal.

(mond/okezone)

No comments

Powered by Blogger.