Viral! Komunitas Pelakor Indonesia Berani Eksis di Facebook


D'On, Jakarta,- Istilah pelakor kerap disematkan untuk perempuan yang hadir sebagai 'orang ketiga' dalam rumah tangga pasangan suami-istri. Pelakor merupakan singkatan dari perebut laki orang.

Kehadiran pelakor dalam kehidupan pasangan suami-istri sah amat dibenci, terutama oleh sesama perempuan. Sosok pelakor dianggap sebagai perempuan penggangu yang tidak punya perasaan.

Tetapi, keberadaan pelakor sepertinya saat ini semakin banyak. Sampai-sampai ada wadah untuk berkumpulnya para pelakor. Wadah tersebut muncul sebagai komunitas yang terdaftar di Facebook.
Namanya, komunitas Pelakor Indonesia. Komunitas itu kini sedang viral karena menjadi kontroversi. Berdasarkan informasi yang didapat dari akun tersebut, komunitas Pelakor Indonesia muncul sebagai wadah untuk mencurahkan isi hati para pelakor. Bahkan mereka enggak segan-segan mengunggah foto.

"Grup ini adalah ajang silaturahmi untuk para madu dan pembenci pelakor. Silahkan baku hantam di sini asal tidak rasis. Dilarang keras mengunggah gambar gambar tidak senonoh, dilarang ber iklan, dilarang berpolitik, dilarang hoax dan di larang menebar berita bohong. Apabila ada status dan gambar yang tidak berkenan di hati kalian silahkan laporkan ke admin, akan kami delete permanen dan di keluarkan dari anggota group secara tidak hormat, terimakasih. NB akun fake dilarang masuk," tulis grup Facebook Komunitas Pelakor Indonesia.

Pemilik akun Facebook bernama Mermut Si mencurhkan isi hatinya terkait kehidupannya di Grup Facebook Komunitas Pelakor Indonesia.

Dalam curhatannya itu, Mermut mengaku dirinya adalah istri kedua dari seorang pria yang sudah berkeluarga. Dia mengaku sudah menikah dengan pria yang suda memiliki istri dan dikaruniai satu orang anak.

“Minta saran dan solusi dong. Aku adalah istri kedua status pernikahanku siri RT/RW hasil dari pernikahanku menghasilkan seorang anak,” tulis Mermut.

Mermut merasa suaminya tidak adil antara memperlakukan dirinya dengan istri pertama dari suaminya itu.

“Selama ini aku merasa suamiku memperlakukan aku sangat tidak adil sangat beda dengan memperlakukan istri yang resminya. Aku hanya hidup dikontrakan sebuah prumnas tidak boleh kerja tidak boleh keluar secara bebas dan hanya di suruh di rumah saja bersolek dan mengurus anak, sedangkan aku ingin bebas seperti si istri resmi itu,” ungkapnya.

Selain itu, ia merasa tidak adil soal kebebasan bekerja dan keluar rumah. Mermut merasakan jika ia hanya sebagai pemuas birahi saja. Setiap kali menemui, suaminya hanya meminta 'jatah' biologis tanpa memperdulikan keluarga maupun menanyakan tentang buah hati mereka. 

Itu pun suaminya buru-buru dan tidak memperhatikan anaknya yang masih dalam masa pertumbuhan. Bahkan, ketika berhubungan intim, sang suami selalu menggunakan obat kuat.

Tak sampai di situ, ia merasa cemburu dan meminta suaminya untuk menikah resmi. Sayangnya, suami dari pelakor itu selalu marah-marah ketika ditanya soal itu dan tidak menyetujuinya. 

Ia bahkan pusing dengan masalah ini, dan meminta solusi kepada penghuni Grup Komunitas Pelakor Indonesia supaya mendapatkan keadilan dari hubungannya itu.

Selain curahan isi pelakor, ada juga yang mengunggah meme soal pelakor dan curhat hubungannya diganggu oleh pelakor. 

"Lu semua yang jadi pelakor. Mantep lu? Cantik lu ambil lakinya orang? Enggak mampu sama yang lebih bagus, makanya ambil punya orang. Semoga susah dah itu pas lu mati. Gue amin," ungkap salah satu anggota grup Meiirvaa.

"Ada yang kenal sama ini pelakor? Dia sudah rebut suami orang dan merasa dengan bangganya sudah merebut yang bukan hak miliknya," tulis akun Fitri Gunawan.

(Era)

No comments

Powered by Blogger.