-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Korban Tewas Bencana di Sumatra Bertambah, BNPB Catat 1.201 Jiwa Meninggal dan 142 Masih Hilang

25 يناير 2026 | يناير 25, 2026 WIB Last Updated 2026-01-25T03:09:01Z

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban tewas bencana Sumatra. (Foto: Istimewa)



D'On, Jakarta — Duka akibat rangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatra kembali bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya penemuan satu korban meninggal dunia pada Sabtu (24/1/2026), sehingga total korban tewas kini mencapai 1.201 orang, sementara 142 orang lainnya masih dinyatakan hilang.


Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa penemuan korban terbaru ini menegaskan bahwa proses pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung di sejumlah titik terdampak, khususnya di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

 

“Dalam perkembangan terkini, terdapat penambahan satu korban meninggal dunia. Dengan demikian, total korban meninggal dunia tercatat sebanyak 1.201 jiwa, sementara korban yang masih dalam pencarian berjumlah 142 orang,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan resmi BNPB.


Ratusan Ribu Terdampak, Lebih dari 113 Ribu Masih Mengungsi


Selain korban jiwa, dampak bencana juga masih dirasakan oleh puluhan ribu warga yang kehilangan tempat tinggal. Hingga Sabtu kemarin, BNPB mencatat 113.672 orang masih bertahan di lokasi pengungsian, baik di hunian sementara, tenda darurat, maupun fasilitas umum yang dialihfungsikan.


Kondisi pengungsian masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan ruang, kebutuhan logistik, hingga risiko kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.


Percepatan Huntara dan Pemulihan Infrastruktur


BNPB menegaskan bahwa fase darurat kini beriringan dengan upaya pemulihan awal. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara), pembersihan akses jalan dan jembatan, serta pemulihan kawasan permukiman agar masyarakat dapat segera kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

 

“Upaya percepatan pembangunan huntara, pembukaan dan pembersihan akses jalan serta jembatan, hingga pemulihan kawasan permukiman terus ditingkatkan agar wilayah terdampak semakin kondusif untuk dihuni kembali,” jelas Abdul Muhari.


Seluruh proses ini melibatkan tim gabungan yang terdiri dari BNPB, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya.


Bantuan Logistik Capai 1.763 Ton Lebih


Dalam laporan distribusi logistik, BNPB mencatat bahwa sejak 29 November 2025 hingga 23 Januari 2026, total bantuan yang telah disalurkan kepada masyarakat terdampak mencapai 1.763,1 ton.


Distribusi bantuan tersebut dilakukan melalui berbagai moda transportasi untuk menjangkau wilayah-wilayah terisolasi, antara lain:

  • 56 sorti pesawat charter BNPB
  • 66 sorti pesawat Hercules
  • 55 truk jalur darat
  • 7 kapal laut


Adapun distribusi harian pada 23 Januari 2026 menunjukkan variasi antarwilayah. Di Provinsi Aceh, tidak dilakukan distribusi logistik pada hari tersebut. Sementara di Sumatra Utara, bantuan disalurkan melalui jalur darat menggunakan 10 truk dengan total muatan 35,52 ton. Untuk Sumatra Barat, bantuan logistik dikirim melalui jalur darat dengan total 6,22 ton.


Duka Belum Usai, Harapan Tetap Dijaga


Meski angka korban masih berpotensi bertambah seiring proses pencarian, BNPB menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat terdampak hingga fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Sumatra.


Di tengah duka yang belum sepenuhnya usai, upaya penyelamatan, solidaritas lintas lembaga, dan dukungan publik menjadi tumpuan harapan bagi ribuan keluarga yang kini berjuang bangkit dari salah satu bencana terburuk dalam beberapa tahun terakhir.


(IN)


#BNPB #Nasional #UpdateKorbanBencanaSumatera

×
Berita Terbaru Update