Harga Telur Naik, Pedagang Justru Bangkrut, Kenapa ?

D'On, Jakarta,- Harga telur ayam negeri masih tinggi di Kota Bekasi. Saat ini, harga masih berkisar Rp 31.000-32.000 per kilogram. Menurut peternak ayam petelur harga tinggi disebabkan permintaan tinggi dari masyarakat sedangkan ketersediaan telur di pasar tidak mencukupi (demand supply).


“Penyebabnya harga tinggi karena demand supply saja,” ujar Ken (55), salah satu peternak ayam petelur di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, pada Sabtu (27/8/2022).

Dia mengungkapkan, produksi telur ayam negeri banyak terserap ke daerah Jawa Tengah untuk kebutuhan bantuan sosial (bansos). “Tetapi, populasi ayam kan sedikit, tidak mengimbangi semua permintaan pasar,” ungkapnya.

Pasokan yang berkurang itu, kata dia, menyebabkan harga meningkat di pasaran. “Di sini juga harga meningkat karena pasokan telur tidak melimpah,” katanya.

Dia menjelaskan, produksi telur ayam miliknya hanya mencapai 100-600 kilogram per hari dengan jumlah ayam petelur mencapai 10.000 ekor ayam.

Meski harga telur naik namun peternak ayam petelur yang ada di Kota Bekasi, banyak bangkrut karena tingginya harga pakan.

“Harga tinggi tidak ada artinya, peternak ayam petelur sudah sedikit, sebab memang situasi peternakan itu tidak menguntungkan, harga pakan tinggi,” bebernya.

Selain itu, kata dia, pengusaha dengan modal besar sudah menguasai pasar mulai dari hulu hingga hilir. “Perusahaan-perusahaan gede (peternak ayam petelur) sekarang itu kan sudah menguasai dari hulu sampai hilir. Dengan adanya, pasar bebas MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), diizinkan sama pemerintah buka usaha di Indonesia sehingga yang mandiri kecil-kecil begini banyak yang sudah mati (bangkrut),” ungkapnya.

Ken yang sudah menjadi peternak ayam petelur selama 30 tahun, mengaku pesimistis dengan masa depannya. “Saya sudah beternak sudah puluhan tahun, kalau situasi begitu terus saya sudah pesimis saja. Kayaknya masa depannya sudah nggak ada untuk peternak kecil,” imbuhnya.

Dia masih ingat sebelum 2010 lalu, saat peternak telur masih meraup untung besar hingga berhasil menjual sampai 4 ton per hari. Namun, kenangan itu tak akan terulang kembali di masa sekarang ini.

Sumber: BeritaSatu

#HargaTelurNaik #Telur #nasional #PeternakAyam

Powered by Blogger.