Jejak Karir dan Media Sosial Briptu Hasbudi, Tersangka Pemilik Tambang dan Perdagangan Ilegal

D'On, Tarakan (Kaltara),- Briptu Hasbudi saat ini ditahan di Polres Bulungan dalam kasus dugaan illegal mining atau tambang emas ilegal di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan.


Sebelumnya nama Briptu Hasbudi mencuat karena ditangkap oleh 'rekannya' sendiri di Bandara. 

Diketahui, Briptu Hasbudi sudah mulai bergabung di kepolisian dan menjalani proses pendidikan di 2013 lalu.

Ini berdasarkan penelusuran yang diperoleh dari media akun Facebook miliknya.

Sebelum berpangkat Briptu, Briptu Hasbudi melalui jenjang karier berpangkat Brigadir Polisi Dua Polri (Bripda), pangkat terendah dalam jajaran pangkat Bintara Polri.

Kabid Humas Polda Kaltara Kombes Pol Budi Rachmat yang dikonfirmasi Senin (9/5/2022)  mengungkapkan, biasanya Bintara baru bertugas di kepolisian mendapatkan tugas-tugas umum.

“Seperti Sabhara Polda atau Polres, baru sekitar 2 atau 3 tahun, lalu bergeser ke fungsi-fungsi sesuai kebutuhan organisasi,” beber Kombes Pol Budi Rachmat.

Lebih lanjut diungkapkan Kombes Pol Budi Rachmat, nantinya para bintara diberikan pelatihan fungsi teknis.

“Brimob Polri dan Polairud Polri, mereka memiliki ilmu kekhususan tersendiri dari polisi tugas umum,” jelas Kombes Pol Budi Rachmat.

Sama dengan fungsi tugas yang dijalankan Briptu Hasbudi.

Di Polairud harus memiliki ilmu spesifikasi di bidang tugasnya, yakni menguasai teknik dan taktik giat preemtif, preventif.

“Termasuk dalam hal penanganan kejahatan di perairan,” jelasnya.

Adapun lanjutnya, tugas penanganan kejahatan di perairan sendiri ada beberapa instansi yang harus bersinergi.

Di antaranya Bea Cukai, Kementerian Kelautan dan Perikanan, juga TNI AL.

“Pendidikan Polairud Polri berada di Pulau Pondok Dayung, Tanjung Priuk, Jakarta itu untuk pendidikan Tamtama dan Bintara Polairud,” jelasnya.

Sementara itu, untuk Bintara polri tugas umum yang dididik di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) masing-masing Polda.

“Khusus Polda Kaltara masih numpang pendidikannya di Polda Kaltim dan Polda Sulsel,” jelasnya.

Saat kembali ditanya terkait bagaimana keseharian Briptu Hasbudi yang bertugas di satuannya, Kabid Humas Kabid Humas Polda Kaltara Kombes Pol Budi Rachmat menjawab belum bisa menjawab detail.

“Mohon maaf, detail Briptu Hasbudi saya tidak memiliki informasi lengkap,” tukasnya.

Sementara itu, Dirpolairud Polda Kaltara, Kombes Pol Bambang Wiriawan yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan respons hingga Selasa (10/9/2022).

Masih dalam penelusuran dalam rekam jejak digitalnya di akun FB lama diduga milik Briptu Hasbudi, terlihat aktif bermain sosial media dan membagikan berbagai kegiatannya sejak 2016 lalu.

Diketahui, Briptu Hasbudi ditinggalkan sang ayah pada 22 Februari 2016 lalu.

Itu terlihat dalam postingan yang dibuat Briptu Hasbudi.

Dalam kegiatan tugas di kepolisian, di tahun 2017 ia aktif membagikan kegiatannya melaksanakan patroli di Perairan Kaltara bersama rekan letting-nya.

Bahkan ia juga mengunggah postingan mengenai edukasi katakan tidak pada narkoba pada 2016 di akun Facebook miliknya.

Dan kasus laka laut speedboat tenggelam pada 25 Juli 2017 lalu yang sempat menghebohkan warga Kaltara karena banyak menelan korban di Pelabuhan Tengkayu Satu Tarakan, ternyata Briptu Hasbudi juga turut membantu menyelamatkan para korban tenggelam.

Itu terlihat dengan postingan foto di akun FB pada tahun 2017, sehari setelah kecelakaan laut menewaskan banyak korban.

Ia juga tertangkap kamera tak sengaja ikut memberikan pertolongan menarik korban naik ke atas speedboat.

Dalam komentar akun tersebut, ia menuliskan polisi bukan hanya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan saja, polisi sebagai penolong masyarakat.


(*)


#BriptuHasbudi #IlegalMining #TambangIlegal #Kaltara


Powered by Blogger.