Cemburu dan Sakit Hati, Motif Tersangka Bunuh Bidan dan Anaknya

D'On, Semarang (Jateng),- Cemburu dan sakit hati menjadi motif pemicu tersangka Dony Christiawan membunuh kekasihnya Bidan Sweetha Kusuma Gatra dan membuang jasadnya ke bawah jembatan Tol Semarang KM.425.


Berdasarkan pengakuan Dony, rasa cemburu ini muncul karena Sweetha kerap membandingkannya dengan rekan pria lain. Terlebih, saat terakhir kali janjian bertemu di jalan raya Sukun, Banyumanik Semarang, ia melihat korban diantar dengan mobil oleh rekan pria dekatnya, Senin (7/3).

"Cemburu dan sakit hati, Pak. Selalu dibandingkan dengan teman prianya. Terakhir saya lihat pas janjian ketemu terakhir di Sukun Banyumanik, dia turun dari mobil diantar teman prianya," aku Dony, di Ruang Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Semarang, Jumat (18/3).

Ia mengakui pembunuhan terhadap Sweetha dilakukan di sebuah hotel di Semarang usai mengajaknya untuk beristirahat.

Saat tidur, Dony mencekik leher korban dan membekapnya dengan kain. Setelah memastikannya tewas, tersangka kemudian membawa mayat Sweetha dan membuangnya ke bawah jembatan Tol Semarang KM 425.

"Saya cekik lehernya sampai lemas terus saya bekap dengan kain sampai tak bernyawa. Terus mayat saya bawa naik mobil dan buang ke bawah jembatan tol," ujar dia.

Sementara itu, Dony mengaku pembunuhan terhadap anak korban yang dititipkan di rumahnya, Faeyza Alfarisqi (5), dipicu oleh rasa kesal lantaran melihatnya kerap berteriak, marah, dan menangis.

Ia pun selama beberapa hari mengurung korban di kamar dan tidak memberinya makan dan sambil memukulinya. Faeyza pun meninggal pada 19 Februari. Esok harinya, Dony membuang mayat korban ke jembatan Tol Semarang KM 425.

"Yang tewas si anak dulu. Itu saya siksa karena saya jengkel anaknya nangis terus, teriak-teriak dan marah-marah. Begitu meninggal, saya buang ke bawah jembatan Tol", tambah tersangka.

Pengakuan Dony ini membuat beberapa penyidik sempat menitikkan air mata.

"Kamu ini kok tega, sadis! Anak kecil tidak tahu apa-apa kamu siksa, pukuli, enggak dikasih makan, terus kamu kurung dalam kamar sampai meninggal," cetus Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Polisi Djuhandani Raharjo Puro di ruang penyidik.

"Mayatnya masih kamu buang di bawah jembatan tol kondisi telanjang. Kamu tahu enggak, kita temukan kondisinya sudah jadi tengkorak dan tulang. Nurani kamu dimana?" serunya kepada tersangka.


(dmr/arh)


#Pembunuhan #Kriminal


Powered by Blogger.