Penemuan Drone Laut Milik China, Roy Suryo: Sudah Ancaman Serius

D'On, Jakarta,- Ahli telematika Drs. Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo, M.Si. atau Roy Suryo mengatakan, penemuan drone bawah laut/UUV (Unmanned underwater vehicle) Chinese Sea Wing (Haiyi) di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), harus disikapi tegas pemerintah.

Menurut mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) era Presiden Sosilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, keberadaan drone bawah laut milik China merupakan ancaman serius.

"Dalam catatan saya, sudah 3 (tiga) kali: 2019 di Pulau dekat Laut Cina Selatan & Januari 2020 di Jawa Timur," ujar Roy Suryo melalui akun Twitternya.

Roy Suryo melanjutkan, secara teknis drone laut China yang berlabel "Shenyang Institute of Automation Chinese Academic of Sciences" ini memang belum termasuk kategori USSV (Unmanned Sub-Surface Vehicle) yang sudah dipersenjatai, meski sudah malfunction (rusak) semenjak dilaunch bulan November 2017 (3th lalu).

Diberitakan sebelumnya, sebuah benda asing berbentuk pesawat ditemukan oleh salah seorang nelayan saat hendak memancing ikan di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Benda yang disangka rudal tersebut ternyata merupakan drone laut. Penemuan benda asing ini sempat viral di media sosial saat di evakuasi ke kantor Koramil setempat.

Benda asing berbentuk pesawat dengan panjang sekitar dua meter ini ditemukan pertama kali oleh salah seorang nelayan bernama Saeruddin (60) saat hendak memancing ikan beberapa waktu lalu.

Benda aneh tersebut ditemukan mengapung di laut, kemudian oleh nelayan memutuskan untuk membawa benda bersayap tersebut ke rumahnya di Desa Majapahit, Kecamatan Pasirmarannu, Selayar.

Setelah sepekan tersimpan di rumahnya nelayan tersebut langsung melaporkan kejadian ini ke pihak TNI untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

(saz.-)


No comments

Powered by Blogger.