Hasil Tes Swab Antigen Rizieq Negatif

D'On, Jakarta,- Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab mendatangi Polda Metro Jaya. Kedatangannya itu untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka terkait acara di Petamburan, Jakarta Pusat dan Tebet, Jakarta Selatan.

Sebelum menjalani pemeriksaan, Rizieq lebih dulu melakukan pemeriksaan Covid-19 dengan cara swab antigen.

"Antigen dan lebih akurat, hasilnya negatif dan dilanjutkan pemeriksaan," kata kuasa hukum, Sugito Atmo Pawira, Sabtu (12/12).

Selain Rizieq, test swab antigen ini juga dilakukan oleh dua orang lainnya yang ikut mengantar Rizieq dalam menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Hasil test swab antigen Rizieq tersebut juga dibenarkan oleh Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Umar Shahab.

"Negatif rapid swab antigen," ujar Umar.

Sebelumnya, Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan. Penetapan ini terkait kerumunan saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putri dari Rizieq Syihab, Syarifah Najwa di Petamburan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan Selain Rizieq, polisi menetapkan lima tersangka lain.

Lima tersangka dikenakan pasal Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Sementara Rizieq dijerat dengan Pasal 160 KHUP dan Pasal 216 KUHP.

Yusri menerangkan, penetapan tersangka merupakan hasil kesepakatan dari penyidik setelah merampungkan gelar perkara pada Selasa (8/12/2020) kemarin.

"Ada enam yang ditetapkan sebagai tersangka pertama penyelenggara saudara MRS, kedua ketua panitia HU, sekretaris panitia A, MS penanggung jawab, SL penanggung jawab acara, dan HI kepala seksi acara," kata dia di Polda Metro Jaya, Kamis (10/12/2020).

Sejumlah kegiatan yang dihadiri oleh Rizieq Shihab dinilai mengabaikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Antara lain peletakan batu pertama pembangunan Masjid Raya Syariah, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselingi akad nikah putri dari Rizieq Shihab, Syarifah Najwa.

Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis bahkan langsung merotasi Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi dari jabatannya karena dituding tak tegas menegakkan aturan protokol kesehatan hingga menimbulkan kerumunan.

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami dugaan pelanggaran protokol tersebut. 

(mdk/fik)


Powered by Blogger.