Seorang Politisi Terekam Endus Celana Dalam Wanita saat Rapat Online


D'On, Brasil,- Publik Brasil dikejutkan dengan insiden tak terduga yang dilakukan seorang politisi Brasil karena tertangkap kamera mengendus celana dalam wanita saat rapat online. Ditinho do Asilo, yang merupakan anggota sebuah partai, berpikir jika kamera sudah mati dan tiba-tiba mengambil celana dalam. 

Dikutip dari The Sun, insiden aneh itu terjadi selama pertemuan online Dewan Kota Braganca Paulista, sebuah kota di negara bagian Sao Paulo, Brasil. Pertemuan itu diatur untuk para politisi membahas masalah penebangan pohon di daerah tersebut.

Saat para politisi sedang mendiskusikan masalah tersebut tiba-tiba saja anggota dewan Ditinho do Asilo mengeluarkan celana dalam berwarna merah. Ia terlihat asyik melihat celana dalam itu yang kemudian diangkat ke arah hidungnya dan mengendusnya. 

Asilo kemudian mencoba menjelaskan perilaku anehnya itu, ia mengatakan jika baru mendapatkan paket itu saat sedang rapat. Ia juga telah menonaktifkan mikrofon saat mengambil paket tersebut. 

Ia kemudian mencoba melihat apa isi paket yang diberikan kepadanya. Asilo berpikir jika videonya juga telah dinonaktifkan bersama dengan mikrofonnya. Saat anggota dewan lainnya mencoba untuk memperingatkannya, di saat itu ia menyadari kameranya masih menyala.

“Itu adalah kemalangan karena kurangnya praktik dengan teknologi ini. Saya memakai baju merah muda dan sebagai lelucon, seorang teman mengirimi saya celana dalam ini," jelasnya. 

"Itu hanya lelucon, karena kenaifan saya, menjadi berita umum," sambungnya. 
Atas kejadian itu, Asilo menyampaikan dirinya tidak bermaksud untuk tidak menghormati sesama anggota dewan, Fabiana Alessandri yang telah menggelar rapat tersebut. 

"Ketika seorang anggota dewan ada di rumah, mereka bisa melakukan apa saja ketika mereka bergabung dalam suatu sesi, dan saya pergi untuk membuka paket itu dan saya tertangkap," ucapnya. 

Dewan setempat telah mengetahui kabar tersebut dan sedang menyelidiki insiden itu. Namun, belum memutuskan apakah ada tindakan yang akan diambil. 

(mond/the sun/VIVA)

No comments

Powered by Blogger.