Didatangi Polisi, Habib Umar Assegaf: Jangan Saling Menjatuhkan!

D'On, Pasuruan (Jatim),- Pengasuh Majelis Roudhotus Salaf Bangil, Pasuruan, Habib Umar Assegaf didatangi aparat kepolisian dari Polres Pasuruan dan Polda Jawa Timur.

Polisi datang untuk mendamaikan Habib Umar Assegaf dan anggota Satpol PP Kota Surabaya, Asmadi yang sempat baku hantam di cek poin PSBB di exit tol Satelit Surabaya, Rabu (20/5) lalu.

Setelah dimediasi, Habib Umar dan Asmadi akhirnya berdamai dan saling memaafkan. Keduanya sepakat untuk tidak melanjutkan ke jalur hukum.

Pada kesempatan itu, Habib Umar mengajak semua pihak untuk berhenti saling menjatuhkan di media sosial.

“Jangan ada sosmed yang saling menjatuhkan, saling menghina, yang muslim maupun yang tidak muslim. Kita bersatu untuk menegakkan NKRI,” tegas Habib Umar dalam video yang dibagikan Abubakar Assegaf, Sabtu (23/5/2020).

Pada kesempatan yang sama, anggota Satpol PP Kota Surabaya, Asmadi menyampaikan permohonan maaf kepada Habib Umar.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, dari lubuk hati yang paling dalam,” ucap Asmadi.

“Saya mohon habib dan keluarga, termasuk juga Habib Umar bin Abdullah Assegaf, termasuk jamaah-jamaah beliau di majelis taqlim Roudhotus Salaf Bangil bisa memaafkan saya, karena kita manusia tempatnya khilaf dan dosa,” tandas Asmadi.

Sementara Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan yang memediasi pertemuan Habib Umar dan Asmadi berharap agar islah keduanya bisa membawa kesejukan di masyarakat.

“Satu hal saja Bib yang saya sampaikan pada kesempatan ini bahwa keamanan dan ketertiban adalah tanggungjawab kita bersama,” ucap AKBP Rofiq.

“Harapan saya dengan islah yang sudah dilaksanakan pada malam hari ini bisa membawa kesejukan di masyarakat,” tambahnya.

Setelah islah ini, AKBP Rofiq berharap tidak ada lagi pihak-pihak yang saling memojokkan dan mengungkit kasus Habib Umar dan Asmadi.

“Jadi tidak ada lagi saling memojokkan, tidak ada lagi saling menjelekkan, dan mencari kesalahan pihak-pihak yang berperkara, karena kedua belah pihak sudah islah,” katanya.

“Harapan saya, kelompok-kelompok yang memanfaatkan isu ini sudah tidak perlu lagi mengangkat karena sudah tidak ada permasalahan,” tandas AKBP Rofiq.

(mond/pjk)

No comments

Powered by Blogger.