
Pemkab Dharmasraya Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem, Warga Diminta Waspada Banjir dan Longsor
D'On, Dharmasraya - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah Sumatera Barat pada periode 29 September hingga 1 Oktober 2026.
Kondisi tersebut mendapat perhatian serius Pemkab Dharmasraya karena hujan berintensitas tinggi yang berlangsung dalam durasi cukup lama berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan longsor di sejumlah wilayah yang memiliki tingkat kerawanan.
Imbauan kepada masyarakat disampaikan Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Medison, S.Sos., M.Si., Selasa (29/9/2026).
Medison mengatakan, pemerintah daerah tidak ingin peringatan dini tersebut hanya menjadi informasi bagi masyarakat, tetapi harus ditindaklanjuti dengan langkah kesiapsiagaan di lapangan.
Atas arahan Bupati, jajaran terkait diminta memastikan personel dan peralatan penanggulangan bencana berada dalam kondisi siap digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.
“Bupati menginstruksikan BPBD dan Tagana untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel maupun peralatan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem. Kita juga meminta Camat dan Wali Nagari untuk terus memantau kondisi di wilayah masing-masing serta melaporkan setiap perkembangan yang terjadi secara cepat,” ujar Medison, didampingi Kalaksa BPBD Kabupaten Dharmasraya Suherman Junaidi.
Bukan Sekadar Hujan, Risiko Bencana Ikut Meningkat
Menurut Medison, hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung cukup lama perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi.
Ancaman tersebut tidak hanya berupa genangan, tetapi dapat berkembang menjadi banjir ketika kapasitas drainase dan aliran sungai tidak mampu menampung debit air. Di wilayah tertentu, kondisi tanah yang jenuh akibat hujan juga dapat meningkatkan potensi terjadinya longsor.
Karena itu, pemerintah daerah meminta perangkat kewilayahan tidak menunggu terjadinya bencana untuk bertindak.
Camat dan Wali Nagari diminta melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi lingkungan, terutama kawasan yang sebelumnya pernah mengalami banjir, longsor maupun kejadian bencana lainnya.
“Camat dan Wali Nagari agar terus memonitor kondisi di wilayahnya masing-masing. Apabila terdapat kejadian atau kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana, segera laporkan sehingga dapat dilakukan langkah penanganan dan antisipasi sedini mungkin,” kata Medison.
Pemantauan tersebut menjadi penting karena kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat. Informasi dari tingkat nagari diharapkan dapat menjadi bahan bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan apabila terjadi peningkatan risiko bencana.
Warga Diminta Kenali Lingkungan dan Titik Rawan
Selain memperkuat kesiapsiagaan aparatur dan petugas kebencanaan, Pemkab Dharmasraya juga meminta masyarakat mengambil langkah antisipasi secara mandiri.
Medison mengingatkan warga agar mengenali kondisi lingkungan tempat tinggal, termasuk mengetahui lokasi yang memiliki potensi banjir, longsor maupun ancaman bencana lainnya.
Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan perubahan kondisi alam yang dapat menjadi tanda awal meningkatnya risiko bencana.
“Kenali kondisi lingkungan sekitar dan daerah yang rawan bencana. Apabila terjadi peningkatan debit atau tinggi muka air sungai, maupun muncul tanda-tanda longsor, segera mengambil langkah pengamanan dan mencari tempat yang aman serta mengikuti arahan petugas,” ujar Medison.
Imbauan tersebut sekaligus menjadi pengingat agar masyarakat tidak mengambil risiko ketika kondisi cuaca memburuk.
Warga diharapkan terus memperbarui informasi mengenai perkembangan cuaca sebelum melakukan aktivitas, terutama aktivitas yang dilakukan di luar rumah maupun di kawasan yang memiliki potensi bahaya.
BMKG Deteksi Sejumlah Gangguan Atmosfer
Potensi cuaca ekstrem tersebut menjadi perhatian setelah Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau mengeluarkan peringatan dini berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer.
BMKG mendeteksi sejumlah pola gangguan cuaca yang sedang aktif dan berpotensi memengaruhi kondisi atmosfer di wilayah Sumatera Barat.
Beberapa faktor tersebut antara lain Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby Ekuatorial, daerah pertemuan arus atau konvergensi, serta belokan angin (shearline).
Kombinasi dinamika atmosfer tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena dapat mendukung pertumbuhan awan hujan dan meningkatkan peluang terjadinya hujan dengan intensitas tinggi di sejumlah wilayah.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta tidak menganggap remeh informasi peringatan dini yang telah dikeluarkan.
Dharmasraya Masuk Kategori Waspada
Dalam peringatan dini tersebut, Kabupaten Dharmasraya termasuk salah satu wilayah yang berada dalam kategori Waspada.
Sejumlah daerah lainnya di Sumatera Barat juga masuk kategori yang sama, di antaranya Kepulauan Mentawai, Bukittinggi, Padang Panjang, Pasaman, Limapuluh Kota, Sawahlunto, Sijunjung, Kabupaten Solok dan wilayah sekitarnya.
Sementara itu, kategori Siaga meliputi Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Agam, dan Pesisir Selatan.
Pemetaan kategori tersebut menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat karena menunjukkan adanya perbedaan tingkat potensi dampak cuaca di masing-masing wilayah.
Untuk Dharmasraya, status Waspada menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kesiapsiagaan selama periode 29 September hingga 1 Oktober 2026.
BPBD Diminta Siaga, Informasi Harus Cepat
Dalam menghadapi kondisi tersebut, koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, Tagana, kecamatan, nagari dan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko bencana.
Kecepatan informasi dari lapangan juga menjadi faktor penting. Setiap kejadian atau kondisi yang berpotensi membahayakan diharapkan segera dilaporkan agar dapat ditindaklanjuti oleh petugas.
Pemkab Dharmasraya mengingatkan masyarakat agar terus mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG, termasuk InfoBMKG dan kanal informasi Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau.
Masyarakat tidak hanya diminta menjadi penerima informasi, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga keselamatan lingkungan masing-masing.
Apabila terjadi keadaan darurat atau ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan, masyarakat dapat menghubungi BPBD Kabupaten Dharmasraya melalui WhatsApp +62 812-7705-8276.
Pemkab Dharmasraya berharap kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh pihak dapat menjadi langkah awal untuk meminimalkan risiko apabila cuaca ekstrem benar-benar terjadi.
Pemerintah bersiaga, perangkat wilayah diminta aktif memantau, sementara masyarakat diharapkan tidak lengah menghadapi perubahan cuaca selama periode peringatan dini tersebut.
(Papa Juan)
#Daerah #KabupatenDharmasraya #CuacaEkstrem