Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Taman Bacaan Disperpusip Padang Mulai Ramai Dikunjungi, Ruang Literasi yang Menghidupkan Budaya Baca di Tengah Kota

21 أغسطس 2026 | أغسطس 21, 2026 WIB Last Updated 2026-08-21T07:15:45Z

Taman Bacaan Disperpusip Padang Mulai Ramai Dikunjungi, Ruang Literasi yang Menghidupkan Budaya Baca di Tengah Kota



D'On, Padang — Upaya menghadirkan ruang literasi yang nyaman dan mudah diakses masyarakat mulai menunjukkan hasil. Taman Bacaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Padang yang dibuka sejak Juni 2026 kini mulai menarik perhatian masyarakat.


Sejak dibuka, taman bacaan tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh kalangan pelajar, tetapi juga mulai dikunjungi masyarakat umum. Kehadiran ruang baca ini menjadi alternatif bagi warga yang ingin membaca, mencari referensi, menambah wawasan, maupun sekadar menghabiskan waktu dengan aktivitas yang produktif.


Suasana taman bacaan yang dibuat lebih terbuka memberikan warna tersendiri bagi aktivitas literasi di Kota Padang. Buku tidak lagi hanya identik dengan ruangan perpustakaan yang formal, tetapi dapat dinikmati dalam suasana yang lebih santai dan dekat dengan aktivitas masyarakat.


Para pelajar menjadi salah satu kelompok yang cukup sering memanfaatkan fasilitas tersebut. Mereka dapat membaca buku pelajaran maupun bacaan penunjang lainnya. Sementara masyarakat umum dapat memanfaatkan koleksi bacaan untuk memperluas pengetahuan sesuai kebutuhan dan minat masing-masing.


Kehadiran taman bacaan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membangun kebiasaan membaca di tengah derasnya arus informasi digital.




Di tengah masyarakat yang semakin terbiasa memperoleh informasi melalui gawai dan media sosial, keberadaan ruang baca dinilai tetap memiliki peran penting. Buku memberikan ruang bagi pembaca untuk memahami informasi secara lebih utuh, tidak sekadar membaca potongan informasi yang berseliweran di dunia maya.


Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Heriza Syafani, mengatakan keberadaan taman bacaan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi fasilitas pelengkap, tetapi benar-benar menjadi ruang publik yang mampu menumbuhkan budaya literasi masyarakat.


“Literasi itu bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi bagaimana masyarakat memiliki kebiasaan mencari, memahami, mengolah, dan menggunakan informasi secara bijak. Karena itu, kami ingin perpustakaan dan taman bacaan hadir sedekat mungkin dengan masyarakat,” ujar Heriza.


Menurutnya, meningkatnya kunjungan sejak taman bacaan dibuka merupakan sinyal positif bahwa masyarakat masih memiliki ketertarikan terhadap aktivitas membaca apabila diberikan ruang yang nyaman dan mudah dijangkau.


“Jangan sampai masyarakat merasa perpustakaan itu tempat yang kaku dan hanya untuk orang tertentu. Perpustakaan adalah ruang publik. Anak sekolah boleh datang, mahasiswa boleh, orang tua, keluarga, bahkan masyarakat umum juga kami persilakan. Semakin banyak masyarakat datang dan membaca, semakin hidup pula ekosistem literasi kita,” tegasnya.


Heriza menilai tantangan literasi saat ini bukan hanya bagaimana menyediakan buku, tetapi bagaimana membuat masyarakat merasa membutuhkan buku dan menjadikan membaca sebagai bagian dari keseharian.


“Pekerjaan rumah kita bukan hanya menambah koleksi, tetapi bagaimana membuat orang mau datang, betah membaca, kemudian membawa kebiasaan itu ke rumah. Kalau anak-anak sejak kecil sudah terbiasa membaca, mereka akan memiliki modal pengetahuan yang jauh lebih kuat untuk menghadapi masa depan,” katanya.


Ia juga menekankan bahwa literasi memiliki kaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, masyarakat yang memiliki budaya membaca akan lebih memiliki kemampuan untuk memilah informasi, berpikir kritis, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.


“Di era banjir informasi seperti sekarang, kemampuan membaca saja tidak cukup. Kita harus mampu membedakan mana informasi yang benar, mana yang menyesatkan, mana yang bermanfaat, dan mana yang tidak. Di sinilah literasi menjadi sangat penting,” ungkap Heriza.


Taman Bacaan Disperpusip Kota Padang dibuka mengikuti jam kerja. Sementara pada hari Sabtu, masyarakat tetap dapat memanfaatkan fasilitas tersebut mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB.


Dengan jam layanan tersebut, masyarakat memiliki kesempatan untuk menjadikan taman bacaan sebagai salah satu pilihan kegiatan akhir pekan yang edukatif. Anak-anak dapat membaca bersama orang tua, pelajar dapat mencari referensi, sementara masyarakat umum dapat menikmati waktu luang dengan aktivitas yang menambah pengetahuan.


Ke depan, keberadaan taman bacaan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan angka kunjungan, tetapi juga melahirkan kebiasaan baru di tengah masyarakat: menjadikan membaca sebagai kebutuhan, bukan sekadar kegiatan ketika memiliki waktu luang.


Heriza menegaskan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun budaya literasi. Dukungan keluarga, sekolah, komunitas, serta masyarakat sangat menentukan keberhasilan gerakan tersebut.


“Budaya membaca tidak bisa dibangun dalam sehari. Ini proses panjang yang harus dilakukan bersama. Pemerintah menyediakan ruang dan fasilitas, tetapi masyarakatlah yang akan menghidupkannya. Kalau taman bacaan ini ramai oleh pembaca, berarti kita sedang melihat tumbuhnya kesadaran literasi di Kota Padang,” tuturnya.


Taman bacaan pun perlahan tidak sekadar menjadi tempat menyimpan dan membaca buku. Ia berpotensi menjadi ruang bertemunya gagasan, tempat anak-anak menemukan rasa ingin tahu, sekaligus ruang masyarakat memperluas cakrawala.


Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, langkah sederhana seperti menyediakan ruang untuk membaca justru dapat menjadi investasi besar bagi masa depan.


Sebab, sebuah kota tidak hanya dibangun dengan infrastruktur dan gedung-gedung tinggi. Kota juga dibangun oleh masyarakat yang memiliki pengetahuan, daya pikir kritis, dan budaya belajar yang kuat.


Dan dari halaman-halaman buku yang dibaca hari ini, bisa saja lahir gagasan besar yang akan menentukan wajah Kota Padang di masa depan.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update