
Tim SAR Gabungan saat melakukan evakuasi bocah berusia 6 tahun yang ditemukan tak bernyawa di Sungai Batang Lapu, Pasaman Barat, Senin siang (16/3). (Kantor SAR Kelas A Padang)
D'On, Pasaman Barat - Duka mendalam menyelimuti Jorong Trans Aek Nabirong, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat. Setelah pencarian yang berlangsung dramatis, Fahri Rifki Ardian (6), bocah yang hanyut di Sungai Batang Lapu, akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Senin siang (16/3).
Korban ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada pukul 13.55 WIB di dasar sungai, tepat di lokasi terakhir ia terlihat sebelum terseret derasnya arus. Penemuan ini mengakhiri operasi pencarian intensif yang melibatkan berbagai unsur penyelamat dan warga setempat.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, mengatakan tim melakukan penyisiran ketat di sepanjang aliran sungai sejak laporan diterima. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah teknologi pendeteksi bawah air mengidentifikasi titik mencurigakan.
“Korban ditemukan di dasar sungai setelah perangkat Aqua Eye mendeteksi objek di sekitar lokasi terakhir terlihat,” ujar Hendri.
Insiden memilukan itu bermula pada Minggu sore (15/3) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu Fahri sedang memancing bersama teman-temannya di tepi Sungai Batang Lapu. Usai memancing, mereka bermain lempar pasir di bantaran sungai.
Nahas, ketika mencoba menghindari lemparan pasir dari temannya, Fahri melompat ke arah sungai. Diduga korban tidak bisa berenang, sementara arus sungai saat itu cukup kuat hingga tubuhnya langsung terseret aliran air.
Peristiwa tersebut langsung dilaporkan warga kepada pihak berwenang. Kantor SAR Padang menerima laporan dari Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pasaman Barat, Afrizal, pada Senin dini hari.
Menindaklanjuti laporan itu, sembilan personel tim Rescue dari Pos SAR Pasaman segera diberangkatkan menuju lokasi yang berjarak sekitar 91 kilometer dari markas.
Operasi pencarian dilakukan secara besar-besaran oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, BPBD, serta sekitar 20 warga setempat. Penyisiran dilakukan dengan perahu rafting dan dukungan teknologi canggih seperti Aqua Eye dan drone thermal untuk mendeteksi keberadaan korban di bawah permukaan air.
Setelah titik yang dicurigai terdeteksi, tim penyelam langsung turun melakukan pengecekan hingga akhirnya menemukan jasad korban pada koordinat 0°23’13.0”U – 99°30’16.4”T.
Jenazah Fahri kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka pada pukul 14.17 WIB. Suasana haru menyelimuti keluarga dan warga yang sejak sehari sebelumnya menanti kabar dari proses pencarian.
Setelah korban berhasil ditemukan, Tim SAR Gabungan melakukan evaluasi singkat sebelum akhirnya mengusulkan operasi pencarian di Sungai Batang Lapu resmi ditutup.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit tentang bahaya bermain di sekitar sungai, terutama bagi anak-anak tanpa pengawasan orang dewasa. Arus yang terlihat tenang bisa berubah menjadi ancaman mematikan dalam hitungan detik.
(Mond)
#Peristiwa #BocahHanyut #Daerah