-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Banjir di Kuranji, Pemko Padang Bergerak Cepat Turunkan Bantuan

01 فبراير 2026 | فبراير 01, 2026 WIB Last Updated 2026-01-31T17:18:48Z




D'On, Padang – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Kuranji sejak siang hingga sore hari pada Sabtu (31/1/2026) kembali memicu banjir di kawasan Pasar Lalang. Luapan sungai yang tak terbendung membuat air menerjang permukiman warga, merusak rumah, dan memaksa sejumlah keluarga mengungsi.


Di tengah situasi darurat tersebut, Pemerintah Kota Padang menunjukkan respons cepat. Begitu laporan banjir diterima, jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan penanganan awal bagi warga terdampak.


Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan bahwa banjir menerjang sedikitnya tiga unit rumah warga yang berada di RT 01 dan RT 02 RW 07 Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji.

 

“Ada tiga unit rumah warga yang terdampak banjir pada Sabtu sore. Seluruh penghuni rumah langsung kami evakuasi demi keselamatan,” ujar Hendri kepada Diskominfo Kota Padang.


Rumah Jebol, Warga Dievakuasi


Derasnya arus air sungai menyebabkan bagian belakang rumah warga jebol. Kondisi tersebut membuat bangunan tidak lagi aman untuk dihuni sementara waktu. Personel BPBD bergerak cepat mengevakuasi para pemilik rumah ke tempat yang lebih aman, yakni ke rumah sanak saudara yang lokasinya tidak jauh dari titik banjir.


Tak lama berselang, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Padang juga datang langsung ke lokasi kejadian. Kehadiran pimpinan daerah ini sekaligus memastikan penanganan berjalan cepat dan bantuan segera disalurkan kepada warga yang terdampak.


Bantuan Darurat Disalurkan


Sebagai bentuk kepedulian dan langkah tanggap darurat, Pemko Padang menyalurkan sejumlah bantuan logistik. Bantuan tersebut berupa family kit, beras, serta kebutuhan dasar lainnya untuk meringankan beban para korban banjir.


Bantuan diterima langsung oleh masing-masing kepala keluarga yang terdampak, sebagai bekal awal selama masa pemulihan pasca-banjir.


Adapun warga yang rumahnya terdampak banjir antara lain:

  • Keluarga Jamalus (36), dihuni empat jiwa. Rumah mengalami kerusakan cukup parah setelah bagian belakang bangunan jebol diterjang arus air.
  • Rumah Indra (45) yang juga dihuni empat orang. Kondisi rumah mengalami kerusakan sedang akibat dinding belakang roboh.
  • Rumah Asnidar (53) dengan enam jiwa penghuni. Bagian belakang rumah jebol dan tidak dapat ditempati sementara waktu.


Selain itu, BPBD juga mengevakuasi seorang warga lanjut usia, Kartini (75). Demi keselamatan, Kartini dipindahkan ke rumah saudaranya yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi banjir.

 

“Untuk warga lansia, kami utamakan evakuasi cepat agar tidak membahayakan kondisi kesehatannya,” ungkap Hendri.


Tanggul Sementara Jebol


Banjir kali ini kembali menyoroti persoalan infrastruktur pengendali banjir di kawasan tersebut. Menurut Hendri, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit sungai meningkat drastis hingga meluap. Kencangnya arus air akhirnya merobohkan tanggul sementara yang sebelumnya dibangun pasca-banjir terdahulu.

 

“Tanggul itu sifatnya masih sementara. Saat debit air tinggi, akhirnya tidak mampu menahan arus dan jebol,” jelasnya.


BPBD Kota Padang berharap ke depan dapat dibangun tanggul permanen di sepanjang aliran sungai tersebut. Keberadaan tanggul permanen dinilai sangat penting untuk mengurangi risiko banjir berulang, terutama saat hujan deras kembali melanda wilayah Kuranji.

 

“Dengan tanggul permanen, kita harapkan aliran sungai bisa lebih terkendali dan masyarakat tidak lagi dihantui banjir setiap musim hujan,” tutup Hendri.


(Mond)


#Peristiwa #Banjir #Padang

×
Berita Terbaru Update