-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

RSUP Dr. M. Djamil Padang Kian Mantap Miliki Sumber Air Bersih Mandiri Tahan Bencana

31 يناير 2026 | يناير 31, 2026 WIB Last Updated 2026-01-31T05:55:34Z

RSUP Dr. M. Djamil Padang Kian Mantap Miliki Sumber Air Bersih Mandiri Tahan Bencana



D'On, Padang — RSUP Dr. M. Djamil Padang selangkah lebih dekat menuju kemandirian sumber air bersih yang tangguh terhadap bencana. Rumah sakit rujukan utama untuk wilayah Sumatera bagian tengah ini resmi memulai proyek pengeboran sumur dalam (deep well) sedalam 120 meter, sebuah solusi jangka panjang untuk menjamin keberlangsungan layanan kesehatan vital.


Dimulainya proyek strategis tersebut ditandai dengan kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Jumat (30/1). Kunjungan ini menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara pemerintah pusat, legislatif, dan pemerintah daerah dalam memperkuat infrastruktur layanan kesehatan pascabencana.


Rombongan turut didampingi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Wali Kota Padang Fadly Amran. Kehadiran para pemangku kepentingan ini disambut langsung oleh Pelaksana Harian Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), bersama Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo.


Solusi Jangka Panjang atas Krisis Air


Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa proyek pengeboran sumur dalam akan segera memasuki tahap pengerjaan fisik dan mulai berjalan efektif pada Sabtu (31/1). Pengerjaan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar sepuluh hari.


“Selama lebih dari dua bulan terakhir, Kementerian PU secara konsisten memberikan dukungan darurat berupa suplai air bersih menggunakan 14 unit mobil tangki setiap hari. Ini kami lakukan agar pelayanan medis di RSUP Dr. M. Djamil tetap berjalan. Namun tentu solusi darurat tidak bisa berlangsung selamanya,” ujar Dody.


Menurutnya, pengeboran sumur dalam ini dirancang sebagai solusi permanen dan berkelanjutan. Dengan kedalaman 120 meter, sumur tersebut diperkirakan mampu menghasilkan debit air hingga 10 liter per detik.


“Jika telah beroperasi penuh dan terintegrasi dengan sistem distribusi rumah sakit, sumber air ini diproyeksikan mampu memenuhi sekitar 90 persen kebutuhan air bersih RSUP Dr. M. Djamil,” jelasnya.


Menuju Pemenuhan Air Bersih 100 Persen


Meski demikian, pemerintah tidak berhenti pada angka 90 persen. Dody menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan pemenuhan kebutuhan air bersih rumah sakit dapat mencapai 100 persen.


“Untuk sisa sekitar 10 persen kebutuhan air, kami akan terus mencari formula teknis tambahan agar tidak ada lagi hambatan. Rumah sakit rujukan nasional seperti M. Djamil harus benar-benar aman dari risiko gangguan pelayanan,” tegasnya.


Sebagai bagian dari penguatan sistem, Kementerian PU juga membuka peluang pengembangan infrastruktur pendukung, termasuk pengadaan pompa bertenaga surya dan pembangunan tangki reservoar tambahan. Usulan tersebut mendapat respons positif dan akan direalisasikan secara bertahap.


“Prioritas utama saat ini adalah penuntasan sumur dalam. Setelah itu, secara simultan akan disiapkan tangki reservoar dan instalasi pipa menuju jaringan utama rumah sakit,” tambah Dody.


Kualitas Air Jadi Prioritas Utama


Tak hanya soal kuantitas, kualitas air juga menjadi perhatian serius. Air yang diambil dari kedalaman 120 meter akan melalui serangkaian uji laboratorium untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar air bersih dan kebutuhan medis.


“Setelah kualitasnya teruji dan memenuhi kriteria, air akan dialirkan ke reservoar dan dipompa menuju saluran utama rumah sakit. Air ini nantinya digunakan untuk berbagai layanan vital, mulai dari ruang operasi, unit hemodialisa, hingga proses sterilisasi alat medis,” jelas Dody.


Rumah Sakit Lebih Tenang, Layanan Lebih Aman


Plh. Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah pusat dan DPR RI. Menurutnya, ketersediaan air bersih merupakan elemen fundamental dalam menjaga operasional rumah sakit.


“Kami sangat bersyukur atas dukungan Bapak Menteri PU dan Bapak Andre Rosiade. Selama ini, bantuan 14 tangki air per hari sangat membantu kami bertahan pascabencana. Namun dengan dimulainya pengeboran sumur dalam ini, kami merasa jauh lebih tenang,” ungkapnya.


Ia menegaskan bahwa kebutuhan air di RSUP Dr. M. Djamil bersifat sangat spesifik dan sensitif. “Air bersih tidak hanya untuk kebutuhan MCK, tetapi juga krusial untuk unit hemodialisa, ruang operasi, dan sterilisasi alat medis. Sumur dalam ini menjadi jawaban atas kebutuhan keamanan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sumatera Barat,” jelasnya.


DPR RI Pastikan Pengawalan Hingga Tuntas


Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menegaskan komitmennya untuk mengawal proyek pengeboran sumur dalam hingga selesai dan berfungsi optimal.


“Ini adalah bukti nyata kehadiran negara. Kita tidak ingin pelayanan kesehatan terganggu lagi hanya karena persoalan teknis seperti air bersih. DPR RI akan terus berkolaborasi dengan Kementerian PU dan Kementerian Kesehatan agar fasilitas di RSUP Dr. M. Djamil semakin kuat dan siap menghadapi kondisi darurat,” tegas Andre.


Dengan dimulainya proyek sumur dalam ini, RSUP Dr. M. Djamil Padang diharapkan tidak hanya mampu mengatasi krisis air pascabencana, tetapi juga menjadi contoh rumah sakit rujukan nasional yang memiliki sistem infrastruktur tangguh, mandiri, dan berkelanjutan demi keselamatan serta kenyamanan pasien.

(Mond)


#RSUPMDjamil #Padang

×
Berita Terbaru Update