
Pelaku Pembunuhan Anak Politikus PKS (Foto: Merdeka.com)
D'On, Cilegon - Kasus pembunuhan tragis yang menewaskan bocah berusia 9 tahun di Kota Cilegon, Banten, akhirnya memasuki babak baru. Setelah hampir dua pekan diliputi tanda tanya, kepolisian memastikan telah menangkap terduga pelaku pembunuhan terhadap MAHM (9), putra seorang politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Korban merupakan anak dari Maman Suherman, Dewan Pakar DPC PKS Kota Cilegon. MAHM ditemukan tewas bersimbah darah di rumah mewah orang tuanya yang berada di Komplek Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Kota Cilegon, pada pertengahan Desember 2025 lalu.
Pelaku Diamankan Jelang Magrib
Kasi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan, membenarkan bahwa polisi telah mengamankan satu orang terduga pelaku.
“Benar, terduga pelaku pembunuhan sudah ditangkap,” ujar AKP Sigit saat dikonfirmasi, Sabtu (3/1/2025).
Penangkapan dilakukan pada Jumat (2/1) sore, jelang waktu magrib. Namun hingga kini, polisi masih menutup rapat identitas pelaku maupun motif di balik pembunuhan tersebut.
“Satu orang, betul. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan intensif,” tambahnya singkat.
Penyidik belum memberikan keterangan lanjutan karena proses pendalaman masih berlangsung.
Ditemukan Tewas di Rumah Sendiri
Peristiwa memilukan itu terjadi di rumah korban sendiri tempat yang seharusnya menjadi ruang paling aman bagi seorang anak. MAHM ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan banyak luka tusuk di tubuhnya. Luka-luka tersebut mengindikasikan adanya kekerasan serius yang dilakukan dengan senjata tajam.
Awalnya, kasus ini sempat diduga sebagai peristiwa perampokan. Namun dugaan tersebut perlahan runtuh setelah polisi tidak menemukan satu pun barang berharga yang hilang dari dalam rumah. Fakta ini justru memunculkan spekulasi lain dan memperkuat dugaan bahwa korban memang menjadi target pembunuhan.
Sejumlah saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik Polres Cilegon sejak hari pertama kejadian.
Sosok Korban: Anak Soleh dan Penurut
Kepergian MAHM meninggalkan luka mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga lingkungan sekitar. Korban dikenal sebagai anak yang baik, penurut, dan memiliki akhlak yang menonjol meski usianya masih sangat belia.
MAHM tercatat sebagai murid SD Al Azhar 40 Kota Cilegon. Kerabat dan orang-orang terdekat menyebut korban sebagai pribadi yang cerdas dan taat beribadah.
“Anaknya sangat penurut, ibadahnya bagus meski baru 9 tahun. Ketaatannya kepada orang tua luar biasa dan bisa jadi contoh untuk anak-anak seusianya,” ungkap salah satu kerabat keluarga.
Jenazah MAHM telah dimakamkan pada Rabu, 17 Desember 2025, sekitar pukul 13.00 WIB, di tengah suasana duka yang menyelimuti keluarga dan warga sekitar.
Publik Menanti Jawaban
Kasus ini menyita perhatian publik karena selain melibatkan anak di bawah umur, juga menyisakan banyak pertanyaan: siapa pelaku sebenarnya, apa motif di balik penusukan brutal tersebut, dan bagaimana pelaku bisa masuk ke rumah korban.
Dengan ditangkapnya terduga pelaku, masyarakat kini menaruh harapan besar agar kepolisian dapat mengungkap motif dan kronologi kejadian secara transparan dan tuntas.
Polres Cilegon menegaskan akan menyampaikan perkembangan terbaru setelah proses pemeriksaan selesai.
(Merdeka)
#Pembunuhan #Kriminal