
Diduga “Tebang Pilih”, Bahu Jalan Pasar–Simpang Asrama Diperbaiki Mulus di Titik Tertentu, Ruas Rusak Parah Justru Terabaikan
D'On, Tanah Datar — Proyek perbaikan bahu jalan di jalur Pasar–Simpang Asrama kini menuai sorotan keras dari masyarakat. Warga mempertanyakan pola pengerjaan yang dinilai janggal karena hanya satu titik terlihat diperbaiki dengan rapi, sementara beberapa meter dari lokasi tersebut, kerusakan yang jauh lebih parah justru belum mendapat penanganan.
Perbedaan kondisi ini tampak mencolok di lapangan. Di satu titik, bahu jalan terlihat sudah diperbaiki dengan baik dan tampak lebih mulus. Namun tak jauh dari sana, tepatnya di sekitar kawasan depan Bank Mandiri dan SPBU Parak Juar, kondisi bahu jalan justru masih rusak berat dan dinilai membahayakan pengendara yang melintas.
Kondisi tersebut memicu spekulasi di tengah masyarakat. Warga menyebut titik yang sudah diperbaiki berada di depan sebuah toko atau percetakan yang diduga berkaitan dengan pejabat di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanah Datar.
Dugaan inilah yang kemudian memunculkan pertanyaan tajam dari publik: apakah proyek infrastruktur tersebut benar-benar dijalankan berdasarkan prioritas kerusakan, atau justru mengikuti lokasi yang dianggap memiliki kedekatan dengan pejabat?
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku heran dengan pola pengerjaan yang terlihat di lapangan. Menurutnya, perbedaan perlakuan di dua titik yang jaraknya sangat dekat sulit dijelaskan jika hanya menggunakan alasan teknis.
“Kalau memang perbaikan dilakukan karena tingkat kerusakan, seharusnya yang paling parah dulu yang dikerjakan. Tapi yang terjadi justru sebaliknya,” ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat tentu akan sulit menepis kecurigaan jika fakta di lapangan menunjukkan lokasi tertentu diprioritaskan, sementara titik lain yang lebih rusak belum juga diperbaiki.
Sorotan warga bukan tanpa alasan. Selain tingkat kerusakan yang lebih parah, ruas jalan di depan Bank Mandiri dan SPBU Parak Juar juga berada di jalur dengan arus lalu lintas yang cukup padat. Kerusakan bahu jalan di lokasi tersebut bahkan disebut berpotensi membahayakan pengendara, terutama saat kendaraan harus menghindari lubang atau badan jalan yang amblas.
Situasi ini dinilai berpotensi memicu pertanyaan lebih luas tentang transparansi penentuan titik pekerjaan infrastruktur di daerah. Sebab, anggaran yang digunakan berasal dari uang publik yang semestinya diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat luas.
Jika penentuan lokasi perbaikan tidak dijelaskan secara terbuka, maka kecurigaan publik terhadap kemungkinan adanya perlakuan istimewa akan terus berkembang.
Masyarakat kini menunggu penjelasan resmi dari Dinas PUPR Kabupaten Tanah Datar mengenai dasar teknis penentuan titik perbaikan tersebut. Apakah ada hasil survei lapangan yang menjadi acuan, atau memang pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan prioritas tertentu.
Transparansi dinilai menjadi kunci untuk meredam polemik yang mulai berkembang di tengah masyarakat. Tanpa penjelasan yang jelas, proyek yang seharusnya bertujuan memperbaiki fasilitas publik justru berisiko menimbulkan pertanyaan baru mengenai keadilan dalam penggunaan anggaran daerah.
Hingga berita ini disusun, pihak Dinas PUPR Kabupaten Tanah Datar masih diupayakan untuk dimintai keterangan terkait persoalan ini. Warga berharap pemerintah daerah segera memberikan klarifikasi agar dugaan “tebang pilih” dalam proyek perbaikan jalan tersebut tidak terus berkembang menjadi polemik yang lebih luas.
(*)
#Infrastruktur #Daerah #KabupatenTanahDatar