-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mayat Balita Ditemukan di Selokan Malalak Agam, Terungkap Korban Galodo November 2025

19 يناير 2026 | يناير 19, 2026 WIB Last Updated 2026-01-18T23:48:00Z

Warga Temukan Mayat Balita Diduga Korban Galodo Agam 


D'On Agam – Suasana gotong royong warga di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, mendadak berubah menjadi kepanikan dan duka mendalam. Saat membersihkan selokan pada Minggu pagi (18/1/2026), warga menemukan sesosok jasad balita laki-laki yang tersangkut di aliran air kecil sekitar pukul 10.21 WIB.

Penemuan mengagetkan itu terjadi ketika sejumlah warga secara beramai-ramai mengeruk lumpur dan sampah sisa endapan banjir. Awalnya, warga mengira benda yang terlihat di dasar selokan hanyalah tumpukan kain atau sampah terbawa arus. Namun setelah didekati, mereka terkejut mendapati jasad seorang anak kecil.

Balita tersebut diperkirakan berusia sekitar 1,5 tahun. Kondisinya sudah membusuk, menghitam, dan mengeluarkan bau menyengat, menandakan jasad telah lama berada di lokasi tersebut. Meski demikian, korban masih mengenakan pakaian yang utuh.

Camat Malalak, Ulya Satar, membenarkan peristiwa penemuan tersebut. Ia mengatakan jasad balita ditemukan murni oleh warga saat kegiatan gotong royong rutin membersihkan selokan.

“Iya, benar. Ditemukan warga saat gotong royong membersihkan selokan di Minggu pagi,” ujar Ulya saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Minggu siang sekitar pukul 13.18 WIB.

Menurut Ulya, dari ciri-ciri fisik dan pakaian yang dikenakan, korban dipastikan merupakan salah satu korban banjir bandang (galodo) yang melanda Malalak Timur pada akhir November 2025 lalu. Saat bencana tersebut, sejumlah warga dilaporkan hanyut dan tidak seluruhnya berhasil ditemukan.

“Benar, mayat bayi itu merupakan korban galodo. Identitasnya sesuai, bahkan pakaian yang dikenakan korban juga sama dengan laporan keluarga,” jelasnya.

Peristiwa ini sekaligus mengakhiri penantian panjang keluarga korban. Sejak dinyatakan hilang akibat galodo beberapa bulan lalu, keluarga telah mengikuti berbagai upaya pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan bersama masyarakat. Namun seiring waktu dan keterbatasan kondisi medan, pencarian dihentikan dan keluarga hanya bisa pasrah.

“Pihak keluarga sudah lama ikhlas dan menerima kenyataan sejak korban dinyatakan hilang. Mereka menerima penemuan ini dengan hati yang lapang,” tambah Ulya.

Setelah ditemukan, jasad balita tersebut langsung dievakuasi dan dimakamkan pada hari yang sama sekitar pukul 11.30 WIB. Proses pemakaman berlangsung sederhana dan penuh haru, disaksikan keluarga serta warga setempat.

Penemuan ini kembali mengingatkan masyarakat akan dahsyatnya bencana galodo yang melanda Malalak Timur akhir tahun lalu. Meski sebagian besar korban telah ditemukan, peristiwa ini menjadi bukti bahwa dampak bencana alam dapat meninggalkan luka dan duka berkepanjangan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Warga berharap kejadian serupa tidak terulang, serta meminta perhatian lebih dari pemerintah terkait mitigasi bencana, mengingat wilayah Malalak termasuk daerah rawan banjir bandang dan longsor, terutama saat curah hujan tinggi.

(Mond)

#Peristiwa #PenemuanMayatBalita #Daerah #KabupatenAgam

×
Berita Terbaru Update