-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500 Terkendala Cuaca Ekstrem, Tim SAR Bertahan di Puncak Bulusaraung

19 يناير 2026 | يناير 19, 2026 WIB Last Updated 2026-01-19T00:17:00Z

Foto yang disediakan oleh Badan Nasional Pencarian dan Penyelamatan Indonesia (BASARNAS) ini menunjukkan puing-puing pesawat turboprop ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu 18 Januari 2026, setelah pesawat tersebut kehilangan kontak pada Sabtu (17/1/2026). (BASARNAS via AP)


D'On, Sulawesi Selatan — Proses evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Bukit Bulusaraung, Kabupaten Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, masih menghadapi kendala serius akibat cuaca ekstrem dan medan pegunungan yang sulit. Hingga Minggu (19/1/2026) malam, tim SAR gabungan terpaksa bertahan di puncak gunung dengan mendirikan tenda darurat di sekitar lokasi penemuan korban dan badan pesawat.

Kabut tebal, hujan deras yang turun tanpa henti, serta angin kencang membuat jarak pandang sangat terbatas dan membahayakan keselamatan personel. Kondisi tersebut memaksa operasi evakuasi belum dapat dilakukan secara maksimal.

“Saat ini tim SAR bertahan di puncak Bulusaraung dengan mendirikan tenda di sekitar lokasi penemuan korban,” ujar Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, Minggu malam.

Medan Curam Jadi Tantangan Utama

Berdasarkan laporan Kantor SAR Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), lokasi jatuhnya pesawat berada di medan sangat curam dengan ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut. Di beberapa titik, jurang mencapai kedalaman sekitar 200 meter, sehingga setiap pergerakan personel harus dilakukan dengan pengamanan ekstra.

Meski evakuasi tertunda, tim SAR tetap melakukan pengamanan lokasi, pendataan awal, serta identifikasi visual terhadap temuan di sekitar badan pesawat. Langkah ini dilakukan sambil menunggu cuaca membaik agar evakuasi dapat dilakukan dengan aman.

Basarnas menegaskan bahwa keselamatan personel menjadi prioritas utama, mengingat risiko kecelakaan lanjutan di medan ekstrem sangat tinggi.

Dua Opsi Evakuasi Disiapkan

Basarnas telah menyiapkan dua opsi evakuasi yang akan disesuaikan dengan kondisi cuaca dan situasi lapangan.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii menjelaskan bahwa opsi pertama adalah evakuasi melalui jalur udara menggunakan helikopter Caracal.

“Opsi evakuasi besok pagi, Senin 19 Januari 2026, adalah melalui jalur udara. Helikopter Caracal akan mencoba mendarat di puncak untuk melakukan evakuasi dengan metode hoist,” kata Syafii.

Namun, apabila cuaca dan visibilitas tidak memungkinkan, maka opsi kedua akan ditempuh, yakni evakuasi melalui jalur darat dengan melibatkan tim SAR gabungan yang memiliki kemampuan mountaineering dan vertical rescue.

Selain mengevakuasi korban, Basarnas juga merencanakan pengangkatan sejumlah bagian pesawat yang dinilai krusial untuk kepentingan penyelidikan.

“Evakuasi tidak hanya terhadap penumpang, tetapi juga terhadap body part pesawat yang diperlukan untuk kepentingan investigasi oleh KNKT,” ujarnya.

Dukungan Penuh untuk Investigasi KNKT

Langkah pengamanan dan pengangkatan bagian pesawat dilakukan untuk mendukung proses penyelidikan yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Setiap temuan akan dicatat dan diamankan agar tidak merusak bukti penting terkait penyebab kecelakaan.

Basarnas bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, serta unsur potensi SAR lainnya terus berkoordinasi guna memastikan operasi berjalan aman, efektif, dan sesuai prosedur.

Pesawat ATR 42-500 Angkut 10 Orang

Pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT dilaporkan hilang kontak dan berhasil ditemukan kurang dari 24 jam kemudian pada Minggu pagi. Berdasarkan manifest penerbangan yang telah diperbarui, pesawat tersebut mengangkut 10 orang, termasuk awak pesawat.

Di antara penumpang terdapat tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yakni:

  • Ferry Irawan, analis kapal pengawas
  • Deden Mulyana, pengelola barang milik negara
  • Yoga Naufal, operator foto udara

Satu Korban Berhasil Dievakuasi

Tim SAR gabungan sebelumnya berhasil mengevakuasi satu korban pada Minggu pukul 14.20 Wita. Korban ditemukan terjatuh ke dalam jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter di kawasan puncak Bulusaraung.

Korban berjenis kelamin laki-laki dan dievakuasi melalui jalur pendakian sebelum dibawa untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Operasi Terus Dilanjutkan

Basarnas memastikan pemantauan cuaca dilakukan secara ketat dan operasi akan dilanjutkan segera setelah kondisi memungkinkan. Masyarakat diminta untuk bersabar dan tidak berspekulasi, sembari mendoakan keselamatan seluruh korban dan personel yang masih bertugas di lapangan.

Operasi pencarian dan evakuasi ini menjadi salah satu misi SAR paling menantang di awal 2026, mengingat kombinasi cuaca ekstrem, medan terjal, dan kompleksitas lokasi kecelakaan.

(L6)

#Peristiwa #PesawatHilangKontak

×
Berita Terbaru Update