![]() |
| Presiden Prabowo Subianto mampir ke Warung Bakmi Jawa Bu Citro 1 di tengah kunjungan ke Solo, Minggu (20/7/2025). Prabowo, Jokowi, dan Gibran duduk di satu meja yang sama. (Foto: Tim Media Presiden) |
D'On, Jakarta – Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengonfirmasi adanya pembicaraan khusus dengan Presiden Prabowo Subianto saat keduanya bertemu di sela-sela acara pernikahan Sekretaris Pribadi Presiden Prabowo, Agung Surahman, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (18/1/2026).
Pertemuan tersebut langsung menyedot perhatian publik dan pengamat politik, mengingat momen itu terjadi di tengah fase penting konsolidasi pemerintahan baru pasca transisi kepemimpinan nasional.
Jokowi menegaskan bahwa pembicaraan yang berlangsung bersifat tertutup dan tidak untuk dikonsumsi publik. Menurutnya, komunikasi semacam itu merupakan hal wajar dalam relasi antarpejabat negara, terlebih antara presiden aktif dan mantan presiden.
“Pembicaraan khusus? Iya pasti ada. Ya namanya pembicaraan khusus masa disampaikan. Ya khusus juga untuk kita dan untuk saya dan Pak Prabowo,” ujar Jokowi saat ditemui wartawan di kediaman pribadinya di Sumber, Solo, Jumat (30/1/2026).
Bahas Kondisi Nasional dan Dinamika Global
Meski enggan mengungkapkan detail substansi diskusi, Jokowi memberi gambaran umum bahwa topik pembicaraan mencakup kondisi Indonesia terkini serta situasi global yang masih diliputi ketidakpastian.
Menurut Jokowi, dinamika geopolitik, ketegangan ekonomi global, serta fluktuasi pasar internasional menjadi konteks penting yang perlu dicermati bersama oleh para pemimpin nasional.
“Kondisi Indonesia, kemudian situasi global saat ini yang juga penuh dengan ketidakpastian,” ungkapnya singkat.
Pernyataan ini dinilai sebagai sinyal bahwa komunikasi antara Jokowi dan Prabowo tidak sekadar bersifat personal, melainkan juga strategis, terutama dalam menjaga kesinambungan kebijakan nasional dan stabilitas politik.
Optimisme Ekonomi di Tengah Krisis Global
Dalam kesempatan yang sama, Jokowi menekankan bahwa Indonesia masih berada dalam posisi relatif baik dibandingkan banyak negara lain yang sedang menghadapi tekanan ekonomi berat.
Ia menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi nasional yang masih berada di atas angka lima persen, serta tingkat inflasi yang tetap terkendali dua indikator utama yang menurutnya patut disyukuri.
“Saya kira kita patut bersyukur ekonomi masih tumbuh di atas lima, inflasi juga sangat terjaga. Yang paling penting itu. Karena negara-negara lain banyak yang kesulitan mengatasi dua hal tadi, pertumbuhan ekonomi dan inflasi,” jelas Jokowi.
Pernyataan ini sekaligus dipandang sebagai bentuk dukungan moral dan legitimasi politik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo dalam mengelola ekonomi nasional ke depan.
Simbol Rekonsiliasi dan Harmoni Politik
Pertemuan Jokowi dan Prabowo di TMII tidak hanya bermakna secara substantif, tetapi juga simbolik. Keduanya tampil berdampingan dalam suasana kekeluargaan, menjadi saksi pernikahan dalam prosesi adat Jawa yang berlangsung khidmat.
Presiden Prabowo Subianto menjadi saksi bagi mempelai pria, Agung Surahman, sementara Jokowi menjadi saksi bagi mempelai perempuan, Aulia Mahardiana Warsitoarti. Prosesi ditutup dengan doa oleh Wakil Menteri Agama Romo HR Muhammad Syafi’i.
Momen tersebut semakin emosional ketika Prabowo tampak meneteskan air mata haru saat akad nikah berlangsung sebuah pemandangan yang jarang terlihat dari seorang kepala negara sekaligus menegaskan sisi personal di balik dinamika kekuasaan.
Isyarat Politik ke Depan
Bagi kalangan pengamat, pertemuan tertutup Jokowi dan Prabowo di ruang informal seperti TMII menegaskan bahwa jalur komunikasi elite tetap terjaga. Hal ini dipandang penting untuk memastikan stabilitas politik, kesinambungan pembangunan, serta meredam potensi gesekan di tengah perubahan kepemimpinan nasional.
Meski isi pembicaraan dirahasiakan, pesan yang disampaikan ke publik cukup jelas: hubungan Jokowi dan Prabowo berada dalam koridor kerja sama, bukan rivalitas sebuah pesan politik yang menenangkan di tengah dinamika domestik dan global yang terus bergerak cepat.
(L6)
#Nasional #Politik
