-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Huntap untuk 209 Keluarga Dibangun di Balai Gadang, Dijamin Bebas Banjir dan Tsunami

24 يناير 2026 | يناير 24, 2026 WIB Last Updated 2026-01-24T13:40:42Z




D'On, Padang – Harapan baru bagi ratusan korban banjir bandang akhir November 2025 mulai terlihat. Pemerintah Kota Padang segera membangun hunian tetap (Huntap) bagi 209 kepala keluarga terdampak banjir, yang berlokasi di Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah. Lokasi ini dipastikan aman dari banjir, gempa, hingga ancaman tsunami.


Pembangunan Huntap tersebut menjadi solusi jangka panjang bagi warga yang hingga kini masih bertahan di hunian sementara serta Rusunawa Lubuk Buaya pascabencana.


“Aspek keselamatan dan kelayakan menjadi prioritas utama. Huntap ini kami bangun sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang akhir November lalu,” ujar Asisten II Setdako Padang, Dido Aryadi, saat meninjau lokasi pembangunan, Jumat (23/1/2026) siang.


Dibangun di Atas Tanah Pemko, Lolos Verifikasi Badan Geologi


Huntap tersebut akan dibangun di atas tanah milik Pemerintah Kota Padang, tepatnya di kawasan Bumi Perkemahan Pramuka Balai Gadang. Lokasi ini sebelumnya telah melalui verifikasi dan kajian Badan Geologi Nasional, termasuk uji kelayakan tanah dan mitigasi risiko bencana.


“Hasil kajian menyatakan lokasi ini layak huni, aman dari pergerakan tanah, serta berada di ketinggian yang menjadikannya bebas dari ancaman tsunami,” jelas Dido.


Menurutnya, pembangunan Huntap ini diharapkan dapat memberikan kepastian tempat tinggal yang layak dan aman, sekaligus memulihkan kehidupan sosial warga pascabencana.


“Harapan kami, para korban banjir dapat memulai kembali kehidupan mereka di lingkungan yang lebih aman dan manusiawi,” tambahnya.


209 Unit di Lahan 2,9 Hektare, Tipe 36 dengan Konsep Couple


Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (DPUPR) Kota Padang, Tri Hadiyanto, mengungkapkan bahwa Huntap Balai Gadang akan dibangun di atas lahan seluas 2,9 hektare.


“Total ada 209 unit rumah yang akan dibangun. Masing-masing rumah bertipe 36 dengan luas lahan 78 meter persegi,” jelasnya.


Menariknya, desain bangunan menggunakan konsep couple, yakni dua unit rumah berdempetan (dua jadi satu) dengan jarak antar bangunan sekitar satu meter. Konsep ini dinilai efisien, namun tetap memperhatikan sirkulasi udara dan pencahayaan alami.


Dibangun Yayasan Buddha Tzu Chi, Mulai 26 Januari 2026


Pembangunan Huntap ini sepenuhnya didukung oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, lembaga kemanusiaan yang kerap terlibat dalam penanganan bencana di berbagai daerah.


“Rencananya, pembangunan fisik akan dimulai Senin, 26 Januari 2026,” kata Tri.


Pekerja Sosial Yayasan Buddha Tzu Chi, Kahar, menambahkan bahwa rumah yang dibangun mengacu pada standar Rumah Sederhana, namun tetap mengedepankan kenyamanan dan fungsionalitas.


“Bangunan menggunakan dinding bata merah, atap seng, serta kuda-kuda baja ringan agar lebih tahan dan efisien,” jelas Kahar.


Fasilitas Lengkap: Dua Kamar, Air Bersih dan Listrik


Setiap unit Huntap nantinya akan dilengkapi dengan:

  • Dua kamar tidur
  • Satu kamar mandi
  • Dapur
  • Instalasi listrik dalam ruangan
  • Akses air bersih


Dengan fasilitas tersebut, Huntap ini diharapkan tidak sekadar menjadi tempat tinggal sementara, melainkan rumah yang benar-benar layak huni bagi para penyintas banjir.


“Kami berharap Huntap ini menjadi rumah yang nyaman, aman, dan mampu mengembalikan rasa tenang bagi warga yang terdampak bencana,” pungkas Kahar.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update