-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gelembung Gas Bermunculan dari Dalam Tanah Usai Banjir Surut di Aceh, Warga Cemas Sekaligus Penasaran

07 يناير 2026 | يناير 07, 2026 WIB Last Updated 2026-01-07T03:34:54Z


D'On, Nagan Raya, Aceh
— Fenomena tidak biasa terjadi di Desa Gunung Cut, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, setelah banjir yang melanda wilayah tersebut berangsur surut. Dari permukaan tanah yang sebelumnya terendam air, muncul gelembung-gelembung gas yang dapat memicu api ketika dibakar warga.

Sedikitnya terdapat 10 titik kemunculan gas yang ditemukan warga di area lahan yang terdampak banjir. Lubang-lubang kecil di permukaan tanah terus mengeluarkan gelembung, menimbulkan bau gas dan menimbulkan rasa penasaran sekaligus kekhawatiran masyarakat.

Kepala Desa Gunung Cut, Samsul Bahri, mengonfirmasi temuan tersebut. Menurutnya, warga awalnya mengira hanya gelembung udara biasa akibat tanah yang masih jenuh air. Namun kecurigaan muncul saat ada warga yang mencoba membakar gelembung itu.

“Setelah ada gelembung-gelembung itu, mereka tindak lanjuti dan mereka bakar. Dan akhirnya memang ada sejenis seperti keluar gas,” ujarnya.

Tidak hanya memercikkan api, salah satu titik bahkan memunculkan nyala api biru, yang mengindikasikan pembakaran yang relatif sempurna ciri khas gas mudah terbakar seperti metana. Fenomena itu sontak mengundang kerumunan warga yang terdampak banjir.

Meski demikian, warga juga merasa was-was.

“Apa itu gas murni atau beracun, kita tidak tahu,” lanjut Samsul Bahri.

Potensi bahaya dan penyebab masih misterius

Hingga kini belum diketahui secara pasti jenis gas yang muncul dari dalam tanah tersebut. Ada dugaan sementara bahwa gas itu merupakan:

  • gas metana akibat proses pelapukan biomassa,
  • gas alam dari kantong bawah tanah,
  • atau kebocoran jaringan pipa gas bawah tanah.

Namun semua dugaan itu masih menunggu hasil pemeriksaan resmi.

Warga berharap pemerintah bergerak cepat, sebab kemunculan gas mudah terbakar berpotensi memicu kebakaran atau ledakan jika tidak ditangani dengan benar. Apalagi lokasi tersebut berada dekat pemukiman yang baru saja kembali pulih pascabanjir.

Sudah dilaporkan ke pihak berwenang

Aparat desa telah melaporkan temuan ini kepada instansi terkait mulai dari BPBD, dinas lingkungan hidup, hingga aparat kepolisian untuk dilakukan investigasi lebih lanjut. Tim teknis diharapkan segera mengambil sampel dan mengukur unsur gas yang keluar untuk menentukan tingkat bahayanya.

Sementara itu, warga diminta tidak lagi menyalakan api di area temuan gas demi menghindari risiko kecelakaan.

Warga antara kagum dan khawatir

Bagi sebagian warga, fenomena ini dianggap langka dan belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah mereka. Namun di balik rasa penasaran, terbersit pula ketakutan.

“Awalnya kami penasaran, kok bisa api menyala dari tanah. Tapi lama-lama kami takut juga, apalagi dekat rumah,” kata salah seorang warga yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut.

Fenomena kemunculan gas dari tanah pascabanjir juga membuka kemungkinan adanya perubahan struktur tanah, tekanan bawah permukaan, atau aktivitas biologis yang meningkat karena genangan air.

(L6)

#Peristiwa

×
Berita Terbaru Update