
Cerint Iralloza Tasya
D'On, PADANG, SUMATERA BARAT — Di tengah padatnya agenda kedewanan di Senayan, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Cerint Iralloza Tasya, S.Ked, meluangkan waktu khusus untuk menjalin silaturahmi sekaligus menunjukkan kepedulian nyata kepada insan pers di Sumatera Barat. Kepedulian itu diwujudkan melalui pembagian bantuan sembako kepada jurnalis yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Wartawan Republik Indonesia (IKW RI) di Kota Padang, Senin (15/12/2025).
Kegiatan berlangsung sederhana tanpa panggung seremonial dan protokoler berlebihan. Namun justru dalam kesederhanaan itulah terasa kehangatan, keakraban, serta dialog yang hidup antara wakil daerah di Senayan dengan para jurnalis yang setiap hari berada di garda terdepan menyuarakan kondisi masyarakat, termasuk saat bencana melanda.
Kepedulian Senator Senayan kepada Insan Pers dan Daerah Rawan Bencana
Cerint menegaskan, kepedulian terhadap jurnalis tidak semata bantuan materi, melainkan bentuk penghargaan atas peran strategis pers dalam menjaga demokrasi, menyampaikan suara rakyat, serta mengabarkan kondisi daerah—terutama saat terjadi bencana alam yang kerap melanda Sumatera Barat.
“Insan pers memiliki peran yang sangat penting. Di saat bencana terjadi, jurnalis adalah pihak pertama yang menyampaikan kondisi masyarakat kepada publik dan pemerintah. Karena itu, kepedulian kepada jurnalis tetap menjadi perhatian kami,” ujar Cerint di hadapan para wartawan.
Menurutnya, Sumatera Barat merupakan daerah dengan tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, mulai dari banjir, longsor, hingga gempa bumi. Dalam situasi tersebut, jurnalis bukan hanya peliput, tetapi juga penyambung lidah korban bencana yang sering kali membutuhkan perhatian cepat dari pemerintah pusat.
Dialog Terbuka: Aspirasi Daerah Mengalir dari Lapangan
Momentum kebersamaan itu dimanfaatkan para jurnalis untuk menyampaikan aspirasi dan persoalan riil yang dihadapi masyarakat di daerah. Dialog singkat namun substansial terjadi, mencerminkan hubungan yang setara dan terbuka antara wakil daerah dan insan pers.
Isu Infrastruktur disampaikan oleh jurnalis Jeje, yang menyoroti belum optimalnya proyek bendungan irigasi Padang Laweh–Sicincin. Proyek yang telah berjalan hampir empat tahun itu dinilai belum memberi dampak maksimal bagi petani.
“Akibat pemotongan anggaran, masyarakat baru bisa bersawah saat musim hujan. Padahal, bendungan ini sangat vital untuk ketahanan pangan daerah,” ungkap Jeje.
Sementara itu, Hendri dari Alisya News menyoroti anggaran pendidikan dan kesehatan di Sumatera Barat, mempertanyakan apakah alokasi yang ada cukup untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di daerah yang kerap terdampak bencana.
Komitmen Kawal Daerah Terdampak Bencana
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Cerint menegaskan komitmen DPD RI untuk terus mengawal kepentingan daerah di tingkat nasional, khususnya agar daerah rawan dan terdampak bencana tidak semakin terbebani oleh kebijakan fiskal pusat.
“DPD RI akan terus mengawal dan menyuarakan persoalan daerah, terutama agar wilayah yang terdampak bencana tidak mengalami pemotongan Transfer ke Daerah. Daerah justru membutuhkan penguatan anggaran untuk pemulihan dan pembangunan,” tegasnya.
Menurut Cerint, pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan harus berjalan seiring dengan kebijakan mitigasi bencana agar masyarakat tidak terus berada dalam siklus kerentanan.
Paparkan Program Terobosan untuk Daerah
Dalam kesempatan tersebut, Cerint juga memaparkan sejumlah program terobosan pemerintah yang diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi daerah, termasuk Sumatera Barat.
Di antaranya adalah program Sekolah Merdeka dan Sekolah Garuda yang saat ini tengah diuji coba di Kota Solok, sebagai upaya memperluas akses pendidikan berkualitas.
Selain itu, ia menjelaskan keberadaan Koperasi Merah Putih, yang diarahkan untuk:
- Membuka lapangan kerja baru di daerah
- Mendukung program makan bergizi bagi masyarakat
- Mendorong pembangunan sekolah
- Merevitalisasi bangunan terbengkalai menjadi fasilitas pendidikan
“Daerah silakan menyiapkan lahan dan mengajukan permohonan. Pemerintah pusat siap mendukung,” jelas Cerint.
Apresiasi Insan Pers: Lebih dari Sekadar Bantuan
Perwakilan IKW RI mengapresiasi langkah Cerint Iralloza Tasya, menilai bahwa kepedulian tersebut bukan sekadar bantuan sembako, tetapi juga bentuk pengakuan terhadap peran jurnalis sebagai mitra strategis demokrasi dan kemanusiaan.
Bagi insan pers, perhatian langsung dari seorang senator Senayan menjadi energi moral untuk terus menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, terutama dalam mengawal isu-isu publik, bencana, dan kepentingan masyarakat kecil.
Tegaskan Komitmen di Akhir Kegiatan
Menutup kegiatan, Cerint kembali menegaskan komitmennya untuk terus menjadi penyambung suara daerah di tingkat nasional.
“Apa yang menjadi aspirasi masyarakat dan insan pers akan selalu kami suarakan di tingkat nasional. Ini adalah tanggung jawab moral kami sebagai wakil daerah,” pungkasnya.
Kegiatan sederhana namun sarat makna ini menjadi cermin bahwa kepedulian terhadap pers dan korban bencana bukan sekadar wacana, melainkan tindakan nyata yang berangkat dari empati dan keberpihakan kepada rakyat.
(Mond)
#DPDRI #CerintIrallozaTasya #Jurnalis #SumateraBarat
