-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

11 Mayat Tanpa Identitas Mengapung di Perairan Rokan Hilir: Warga Panipahan Diliputi Teror Misteri Laut

12 ديسمبر 2025 | ديسمبر 12, 2025 WIB Last Updated 2025-12-12T16:20:32Z

Tim SAR gabungan mengevakuasi mayat yang ditemukan mengambang di perairan Panipahan, Rokan Hilir, Riau, Jumat 12 Desember 2025.

D'On, Rokan Hilir, Riau
— Warga pesisir Pasir Limau Kapas, Panipahan, diguncang ketakutan setelah serangkaian penemuan 11 mayat tanpa identitas dalam kondisi mengenaskan mengambang di perairan setempat sejak awal November hingga 12 Desember 2025. Temuan mayat oleh para nelayan ini memunculkan spekulasi dan keresahan luas di tengah masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada laut.

Penemuan Beruntun, Pola yang Mengkhawatirkan

Camat Pasir Limau Kapas Yahya Khan mengungkapkan bahwa dalam rentang lebih dari sebulan, tubuh-tubuh tak bernyawa itu muncul satu demi satu di titik-titik berbeda. Dua mayat telah berhasil diidentifikasi sebagai warga Tanjung Balai, Sumatera Utara, sementara sembilan lainnya masih misterius.

Mayat-mayat ini ditemukan mulai tanggal 7 November hingga 10 Desember dengan total 11 orang. Hari pertama hanya satu laki-laki. Selebihnya ditemukan secara bertahap hingga mencapai angka yang membuat kami semua terkejut,” ujar Yahya Khan.

Berikut rangkaian temuan mengerikan tersebut:

  • 7 November – Satu jenazah pria ditemukan nelayan
  • 11 November – Satu mayat kembali muncul
  • 2 Desember – Satu mayat ditemukan
  • 3 December – Dua jenazah ditemukan berdekatan
  • 5 Desember – Dua mayat kembali terdampar
  • Hingga 12 Desember – Total genap menjadi 11 mayat

Sebagian mayat ditemukan sudah dalam kondisi rusak akibat terlalu lama terombang-ambing di laut, membuat proses identifikasi menjadi sangat sulit.

Misteri Identitas dan Dugaan Kecelakaan Laut

Meski belum ada kesimpulan resmi, pemerintahan kecamatan menduga seluruh korban merupakan penumpang kapal yang mengalami kecelakaan laut, mengingat dua korban yang sudah dikenali berasal dari daerah rawan aktivitas kapal cepat dan kapal ikan lintas provinsi.

Ada dua mayat asal Tanjung Balai sudah dijemput keluarganya. Dari kondisi tubuh dan keterangan awal, kemungkinan besar peristiwa ini terkait kecelakaan laut besar yang belum terungkap,” jelas Yahya.

Namun begitu, hingga kini belum ada laporan hilangnya kapal besar dalam kurun waktu sesuai dengan temuan mayat tersebut. Hal inilah yang memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat pesisir.

Ketakutan Warga, Nelayan Mulai Enggan Melaut

Serangkaian temuan ini menciptakan kecemasan akut di kalangan nelayan. Beberapa warga mengaku takut menangkap ikan pada malam hari, khawatir akan menemukan mayat baru mengambang di tengah gelapnya Selat Malaka.

“Biasanya kami berangkat jam 3 pagi. Sekarang banyak yang tunggu matahari terbit. Laut jadi seperti menyimpan rahasia,” ujar seorang nelayan Panipahan yang enggan disebut namanya.

Penyelidikan Diperketat, Polisi Telusuri Dugaan Lain

Kepolisian Rokan Hilir bersama instansi maritim meningkatkan patroli dan mengumpulkan sejumlah barang bukti dari lokasi-lokasi penemuan.
Selain dugaan kecelakaan laut, aparat juga menelusuri kemungkinan lain, seperti:

  • Penyelundupan manusia
  • Kapal tenggelam yang tidak dilaporkan
  • Kejahatan terorganisir di laut

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab pasti kemunculan jenazah-jenazah tersebut.

Masyarakat Menunggu Jawaban

Kehadiran 11 mayat tanpa identitas dalam selang waktu pendek menjadi alarm serius bagi keamanan jalur laut di kawasan Rokan Hilir dan perairan perbatasan Sumatera Utara.

Warga berharap aparat bergerak cepat mengungkap sumber tragedi ini agar mereka dapat kembali beraktivitas tanpa rasa waswas.

(Mond)

#PenemuanMayat #Peristiwa

×
Berita Terbaru Update