Breaking News

Rajin Sholat tapi Masih Terjerumus Maksiat: Menelaah Fenomena dan Solusinya

Shalat 

Dirgantaraonline,-
Sholat adalah ibadah wajib yang dilakukan oleh umat Islam lima kali dalam sehari. Sholat memiliki banyak keutamaan, salah satunya adalah mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT dalam surah Al Ankabut ayat 45:

ٱتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Artinya: "Bacalah apa yang telah diwahyukan (Allah) kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (sholat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Namun, realitas sering menunjukkan fenomena yang bertolak belakang. Ada orang yang tampak rajin mendirikan sholat, tetapi masih saja terjerumus dalam perbuatan maksiat. Bagaimana kita memahami kontradiksi ini?

Menyikapi Fenomena "Rajin Sholat Tapi Masih Maksiat"

1. Kewajiban Sholat dan Sifatnya yang Independen

Muhammad Aqil Haidar, Lc., M.H., Dosen Tafsir dan Bahasa Arab di Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Dirosat Islamiyah Al-Hikmah Jakarta, menjelaskan bahwa sholat adalah kewajiban setiap muslim, baik mereka yang saleh maupun tidak saleh. Sholat tidak boleh ditinggalkan kecuali ada uzur yang syar’i seperti haid atau nifas untuk perempuan.

"Ditinggalkan jika tidak ada uzur yang syar’i yang saya sebutkan tadi, maka dia berdosa. Artinya siapa pun dia, saleh atau pun tidak saleh, sholat adalah kewajiban. Maksiat atau tidak itu tidak ada urusan. Sholat adalah kewajiban," ujar Aqil Haidar.

Sholat adalah ketentuan yang tidak bisa dikaitkan dengan tingkat kesalehan seseorang. Setiap muslim wajib mendirikan sholat tanpa memandang perilaku mereka di luar ibadah.

2. Kualitas Sholat dan Pengaruhnya pada Kehidupan

Menurut Aqil Haidar, meskipun seseorang masih terjerumus dalam maksiat, mereka harus tetap melaksanakan sholat. Sholat berfungsi sebagai mekanisme untuk mengurangi dan menghilangkan perbuatan maksiat secara bertahap.

"Kamu masih sholat saja masih maksiat, apalagi meninggalkan. Tetapi ketika kamu melaksanakan sholat, maka insyaallah kalaupun maksiat, maka maksiatnya akan terukur dan akan tereduksi secara perlahan. Memang tidak instan, tetapi salat itulah yang akan kemudian mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar," tutur Aqil Haidar.

Kualitas sholat sangat menentukan seberapa besar pengaruhnya terhadap kehidupan seseorang. Namun, meskipun sholat belum mencapai kualitas yang tinggi, itu bukan alasan untuk meninggalkan sholat.

Mengatasi Maksiat dengan Meningkatkan Kualitas Sholat

Untuk benar-benar mendapatkan manfaat dari sholat dalam mencegah perbuatan keji dan mungkar, seorang muslim perlu meningkatkan kualitas sholatnya. Berikut beberapa langkah yang dapat diambil:

1. Memperbaiki Niat dan Khushu' dalam Sholat

Menanamkan niat yang ikhlas dan fokus penuh (khushu') dalam sholat dapat membantu seseorang lebih mendalami ibadahnya. Khushu' akan membawa ketenangan dan koneksi yang lebih kuat dengan Allah SWT.

2. Memahami Bacaan Sholat

Mengerti arti dari setiap bacaan dalam sholat dapat membuat ibadah ini lebih bermakna. Ketika seseorang memahami apa yang mereka ucapkan, sholat menjadi lebih dari sekadar rutinitas fisik.

3. Konsistensi dan Kesungguhan

Melaksanakan sholat dengan konsisten dan penuh kesungguhan akan memperkuat efek sholat dalam kehidupan sehari-hari. Konsistensi menunjukkan komitmen dan keseriusan dalam beribadah.

Doa sebagai Pendamping untuk Menghindari Maksiat

Selain memperbaiki kualitas sholat, mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa juga merupakan langkah penting untuk terhindar dari perbuatan maksiat. Doa adalah bentuk komunikasi langsung antara hamba dan Tuhannya, di mana kita dapat mencurahkan isi hati dan memohon pertolongan.

Doa Dijauhkan dari Maksiat

Menukil buku "Doa dan Zikir Sepanjang Tahun" oleh H. Hamdan Hamedan, MA, berikut adalah doa untuk menghindari maksiat:

أللهمَّ احْرمْنِي لَذَّةَ مَعْصِيَتِكَ، وَارْزُقْنِي لَذَّةَ طَاعَتِكَ  

Arab latin: Allâhumma ahrimnî ladzdzata ma’shiyatika, warzuqnî ladzdzata thâ’atika.  

Artinya: "Ya Allah, luputkan aku dari kelezatan maksiat kepada-Mu, dan berikanlah aku kelezatan untuk taat kepada-Mu."

Meskipun ada orang yang rajin sholat namun masih terjerumus dalam maksiat, sholat tetap merupakan kewajiban yang harus dijalankan. Dengan meningkatkan kualitas sholat dan terus memanjatkan doa, diharapkan pengaruh positif dari sholat akan semakin kuat dalam kehidupan seseorang. Sholat yang berkualitas dan doa yang tulus akan membantu seorang muslim menjauhi perbuatan keji dan mungkar, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

(Rini)

#Religi #Islami