Breaking News

Bersiap Hadapi Balasan Iran, Pangkalan Militer AS di Seantero Timur Tengah Siaga Satu


D'On, Amerika Serikat,- Iran bersumpah akan melancarkan serangan balasan setelah pesawat nirawak (drone) Amerika Serikat menewaskan Panglima Garda Revolusi Qassim Sulaimani Jumat lalu. 

Ancaman Iran ini membuat seluruh pangkalan militer AS di seantero Timur Tengah dalam keadaan siaga satu.

Jumat lalu Pentagon mengumumkan sedang mengirimkan tambahan 3.500 personel militer ke Timteng dan seluruh tentara di Italia dalam keadaan siaga satu.

Keputusan ini diambil setelah Presiden Donald Trump memerintahkan tambahan 750 personel militer ke Timteng dan 3.000 pasukan lagi bersiap untuk dikirimkan untuk menghadapi massa pro-Iran yang menyerang Kedutaan Besar AS di Ibu Kota Baghdad, Irak pekan lalu.

Amerika memiliki puluhan ribu tentara di pangkalan militer mereka di seluruh Timur Tengah. AS juga punya perjanjian khusus dengan sejumlah negara untuk memindahkan tentara dan peralatan militer mereka lewat udara atau pelabuhan.

Dilansir dari laman the Washington Post, berikut sejumlah pangkalan militer AS di Timteng yang kini dalam keadaan siaga satu menghadapi kemungkinan serangan balasan Iran:

Irak: Sekitar 6.000 tentara

Pejabat AS tidak mengatakan secara rinci ada berapa tentara AS di Irak dan di mana saja mereka ditempatkan. Saat ini diperkirakan ada sekitar 6.000 tentara di seantero Irak, termasuk di Zona Hijau, kawasan diplomatik Baghdad dan di pangkalan udara al-Asad, tempat Wakil Presiden Mike Pence mengunjungi tentara AS pada November lalu.

Situasi masih genting di Irak. Selang beberapa jam setelah Sulaimani dibunuh, Kementerian Luar Negeri AS memerintahkan seluruh warga AS meninggalkan Irak.

Suriah: Sekitar 800 tentara

Para pejabat AS juga tidak mau mengungkapkan ada berapa banyak sesungguhnya tentara AS di Suriah dan di mana saja mereka ditempatkan. Ketika Trump mengumumkan penarikan pasukan dari Suriah Oktober lalu, masih ada sekitar 800 tentara AS di Suriah. Sebelumnya da sekitar 2.000 personel militer AS di Suriah. Menurut lembaga Internastional Crisis Group (ICG) yang berbasis di Brussels, Garnisum AS di Tanf, perbatasan Suriah-Yordania, kini dalam kondisi rawan karena pasukan milisi pro-Iran kini dikerahkan ke daerah itu.

Afghanistan: Sekitar 14.000 tentara

Menurut ICG, Afghanistan yang menampung sekitar 14.000 tentara AS bisa menjadi arena konflik Iran-AS berikutnya. Pada November lalu Presidne Trump memberi kejutan dengan mengunjungi tentara AS yang ditempatkan di pangkalan militer Bagram.

Kuwait: Sekitar 13.000 tentara

Menurut Congressional Research Service, AS memiliki sekitar 13.000 tentara di Kuwait yang tersebar di sejumlah pangkalan militer. Kedua negara memiliki perjanjian Kerjasama Keamanan sejak 1991 ketika Perang Teluk terjadi.

Yordania: Sekitar 3.000 tentara

Yordania yang berbatasan langsung dengan Irak, Suriah, dan Israel, serta Palestina dan Arab Saudi, mempunyai lokasi cukup strategis di Timur Tengah. Pangkalan udara Muwaffaq Salti menjadi lokasi peluncuran jet-jet tempur pasukan koalisi pimpinan AS dalam memerangi ISIS.

Arab Saudi: Sekitar 3.000 tentara

Pada Oktober lalu AS mengumumkan tambahan tentara ke Saudi menyusul situasi konflik dengan Iran yang kian menegangkan. Saudi dan Iran sejak lama adalah rival di Timur Tengah. Keduanya terlibat dalam perang proksi di Yaman. Washington menuduh Iran melancarkan serangan ke fasilitas minyak dan gas di Saudi. Iran membantah tudingan itu.

Bahrain: Sekitar 7.000 tentara

Bahrain menampung beberapa ribu tentara AS yang ditempatkan di sejumlah pangkalan militer. Bahrain menjadi sekutu Saudi dan mendukung sikap Trump terhadap Iran. Bahrain juga menekan pemberontakan kaum Syiah pada 2011 dan hal itu membuat hubungan mereka dengan pemerintah Iran menegang.

Oman: Sekitar 600 tentara

Oman hanya menampung beberapa ratus tentara AS. Maret tahun lalu Oman menandatangani perjanjian dengan AS yang membuat jet tempur dan kapal perang AS bisa menggunakan pangkalan udara dan pelabuhan Oman.

Oman terletak di Semenanjung Arab dekat Selat Hormuz, jalur pengiriman minyak terpenting di dunia. Di lokasi itu juga AS dan Iran sempat bersitegang dalam insiden penyerangan di kapal tanker beberapa bulan lalu.

Uni Emirat Arab: Sekitar 5.000 tentara

Uni Emirat Arab masih berlokasi dekat Selat Hormuz tempat AS dan Iran bersitegang dalam insiden kapal tanker. Dalam beberapa tahun belakangan negara sekutu Saudi itu menampung sekitar 5.000 tentara AS.

Qatar: Sekitar 13.000 tentara

Qatar memiliki pangkalan al-Udeid, pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah. Pada 2018 Qatar mengumumkan rencana perluasan dan peningkatan pangkalan militer itu dengan nilai anggaran mencapai USD 1,8 miliar. Langkah ini diambil setelah Qatar diblokade oleh SAudi dan Uni Emirat Arab.

Turki: Sekitar 2.500 tentara

Turki menampung sekitar 2.500 tentara AS di pangkalan udara Incirlik dan sejumlah lokasi lain yang juga menampung tentara NATO.

Source: merdeka.com