Atasi Stunting, Fasilitator KB di Padang Harus Mampu Edukasi Pasangan Pengantin

D'On, Padang (Sumbar),- Gizi buruk yang membuat anak stunting (gagal tumbuh) menjadi perhatian pemerintah. Di Kota Padang, ratusan fasilitator KB dikumpulkan. Mereka dibekali pengetahuan agar nantinya dapat ditularkan kepada calon pengantin. 


Fasilitator KB yang tergabung ke dalam Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub PPKBD) mendapat bekal pengetahuan di Balaikota Padang, Senin (5/9/2022). Kegiatan bimbingan teknis tersebut dibuka langsung Wali Kota Padang. 

"Seluruh PPKBD dan sub sektornya kita kumpulkan di sini untuk kemudian diberi bekal. Kita harapkan nanti mereka mampu memberi edukasi kepada calon pengantin," kata Plt Kepala DP3AP2KB Kota Padang Alfiadi saat mewakili Wali Kota Padang. 

Dikatakan Alfiadi, saat Indonesia meraih bonus demografi, nantinya akan banyak pasangan keluarga usia muda. Pasangan ini memang harus dibekali.

"Termasuk hal yang sangat penting sekali yakni wawasan tentang keluarga berkualitas, sehat dan sejahtera," ujarnya.

Alfiadi juga menambahkan masalah stunting yang menjadi isu nasional ini, menjadi alasan bagi pemerintah legislatif mulai dari pusat hingga daerah dalam mengupayakan pencegahan dan penurunan angka kasus stunting menjadi 14% hingga 2024 mendatang. Kader PPKBD diharapkan dapat mengedukasi pasangan penganten agar anak yang dilahirkan sehat dan tidak stunting. 

“Dengan diadakannya kegiatan ini selain untuk mengedukasi para kader juga untuk menjalin silaturahmi bagi seluruh PPKBD dan Sub PPKBD,” katanya.

Dalam kegiatan itu, salah satu perwakilan kader dari Kelurahan Koto Pulai juga berkesempatan memberi penjelasan mengenai KB dan mencontohkan pelaksanaan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Mereka menjadi ujung tombak lini lapangan yang akan menyampaikan pesan-pesan program pemerintah khususnya program Bangga Kencana ke tengah masyarakat.

(Charlie / Heru)

#Stunting #Padang #pemkopadang

Powered by Blogger.