Bidan Sri Lestari Dibantai Bersama Suami, Nakes Yalimo Papua Ancam Mogok Massal

D'On, Yalimo (Papua),- Pembantaian Bidan Sri Lestari Indah Putri bersama suaminya, Sertu Eka Andriyanto mendapat perhatian serius dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Jayawijaya, Papua.


Bidan Sri Lestari dan suaminya Sertu Eka Andriyanto gugur akibat serangan brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Yalimo, Papua.

Sekretaris IBI Kabupaten Jayawijaya, Ming Sumarah Isham menyampaikan sangat berduka atas kejadian yang menimpa rekan seprofesinya, bidan Sri Lestari.

Ming Sumarah meminta pihak kepolisian dalam hal ini Polres Yalimo untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Ia menegaskan tenaga kesehatan (nakes) yang selama ini bertugas memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tidak terima dengan kasus pembunuhan terhadap bidan Sri Lestari.

Menurutnya, nakes yang bertugas di Kabupaten Yalimo sudah sepakat apabila kasus ini tidak diusut tuntas maka mereka akan mogok massa.

Nakes Yalimo Papua, tidak akan mau lagi melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sampai ke pos-pos terjauh, bahkan di distrik-distrik yang ada di Kabupaten Yalimo.

“Kami menyampaikan pesan ketua IBI, bila kasus ini tidak diusut, kami tidak akan memerintahkan siapa pun bidan ke pos untuk melayani masyarakat,” ucap Ming Sumarah.

Hal itu disampaikan Ming Sumarah saat hadir dalam upacara pelepasan jenazah Sri Lestari dan Sertu Eka Adriyanto di bandara kargo Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Jumat (1/4).

Ia kecewa lantaran nakes telah bekerja keras melayani masyarakat, tapi keamanannya tidak terjamin.

“Kami hadir untuk masyarakat, namun tidak ada perlindungan untuk kami,” tegas Ming Sumarah.

Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua, Theo Hesegem juga mendesak Polres Yalimo segera melakukan penyelidikan atas kasus pembunuhan pasangan suami istri Sertu Eka Adriyanto dan Sri Lestari Indra Putri di Elelim, Kabupaten Yalimo.

Kasus pembunuhan ini menurut Theo Hesegem harus ditelusuri demi penegakan hukum.

Korban Sertu Eka Adriyanto merupakan anggota Babinsa kampung Meagama Ramil 1702-05/Kurulu. Sedangkan istrinya Sri Lestari merupakan bidan Puskesmas Elelim, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Yalimo, Papua.

Pasangan suami istri ini meninggal dunia akibat ditembak dan dibacok KKB.

“Polres Yalimo segera lakukan penyelidikan untuk memastikan motifnya. Kasus ini harus segera ditelusiri demi tegaknya proses hukum, sehingga pelaku bisa mempertangungjawabkan perbuatannya,” tegas Theo kepada Cenderawasih Pos, Jumat (1/4).

Theo berharap pelaku segera menyerahkan diri dan memberikan keterangan atas perbuatannya, sehingga penyidik memastikan motif perbuatannya.

“Sebenarnya saya ketahui bahwa pelaku jarang menyerahkan diri selama ini. Tetapi kalau ada yang menyerahkan diri guna menjelaskan perbuatanya, orang tersebut memiliki rasa tangung jawab atas perbuatannya di depan hukum,” ucapnya.

Perbuatan melanggar hukum yang dilakukan para pelaku menurut Theo Hesegem, telah merugikan anak-anak korban. Apalagi anak-anak korban masih di bawah umur.

Oleh sebab itu, Theo menyatakan perbuatan pelaku merupakan perbuatan keji dan sangat tidak manusiawi.

Theo menambahkan bahwa siapa pun ingin tanah Papua tetap damai. Ia juga menyatakan tak ada seorang pun yang menginginkan terjadinya pertumpahan darah.

“Kita semua tidak senang kalau Papua tidak aman. Sipil warga Papua dan non Papua yang berdomisili di Yalimo tetap tenang, tidak terpengaruh atas kejadian tersebut. Semua ini serahkan kepada aparat penegak hukum agar supaya aparat telusuri kasus ini,” pungkasnya.

Terpisah Kapolres Yalimo AKBP Hesman Napitupulu ketika dihubungi via telepon selulernya menyatakan, pihaknya masih terus mendalami kasus pembunuhan terhadap Sertu Eka dan bidan Sri Lestari.

Untuk mengungkap kasus ini, Kapolres Hesman Napitulu menyampaikan, pihaknya masih mencari saksi yang melihat para pelaku melarikan diri.

“Kami masih terus dalami kasus ini, di mana saksi yang ada saat ini kebanyakan hanya mendengar suara tembakan kemarin pagi. Untuk itu kami masih terus mengumpulkan bukti dan saksi-saksi untuk bisa mengungkap masalah ini,” ucapnya.

Adapun jenazah Sertu Eka dan Sri Lestari Indra Putri telah diterbangkan ke Jayapura menggunakan pesawat kargo Trigana Air dari Bandara Wamena, Jumat (1/4).

Dari Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, jenazah Sertu Eka dan Sri Lestari selanjutnya diterbangkan ke kampung halamannya di Sidoarjo, Jawa Timur untuk dimakamkan. 

(cepos/pojoksatu)

#Pembunuhan #Kriminal #Papua


Powered by Blogger.