Polisi Pastikan Proses Hukum Moge Penabrak Anak Kembar Tetap Berjalan

D'On, Bandung (Jabar),- Polisi memastikan proses hukum terhadap pengendara Motor Gede (Moge) yang menabrak anak kembar berusia 8 tahun di Pangandaran, Hasan Firdaus dan Husen Firdaus hingga meninggal dunia di tempat tetap berjalan.


Diketahui, Hasan Firdaus dan Husen Firdaus meninggal dunia di tempat usai ditabrak pengendara motor gede (moge) Harley Davidson di Jalan Kedung Palumpung, Desa Tunggulis, Kecamatan Kalipucang, Sabtu (12/3).

"Proses hukum tetap berjalan," kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Ibrahim Tompo saat dihubungi, Senin (14/3).

Lalu, saat ditanyakan apakah penabrak tersebut sudah dilakukan penahanan dan ditetapkan sebagai tersangka serta pasal apa yang diterapkan. Ia memastikan kasus tersebut masih berproses.

"Masih proses, nanti kita info hasilnya jika sudah ada perkembangan," ujarnya.

Diketahui, Nasib naas menimpa Hasan dan Husen, dua anak kembar berusia 8 tahun di Pangandaran. Hasan Firdaus dan Husen Firdaus meninggal di tempat usai ditabrak pengendara motor gede (moge) Harley Davidson di Jalan Kedung Palumpung, Desa Tunggulis, Kecamatan Kalipucang, Sabtu (12/3).

Kapolsek Kalipucang Iptu Iman Sudirman mengungkap peristiwa pilu itu terjadi sekira pukul 13.15 Wib. "Informasi yang kami terima kedua korban hendak menyeberang lalu tertabrak (moge)," kata Imran.

Tak berapa lama usai menabrak, pemotor ditangkap warga. Diektahui inisial pemotor gede adalah AG yang membawa Harley bernopol B 6227 HOG dan AN pemotor Harley nopol D 1993 NA.

"Hasil pemeriksaan pemotor warga Bandung Barat dan Kota Cimahi. Kasus dilimpahkan ke Polres Ciamis," jelas Iman.

Kronologi

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Ciamis AKP Zanuar Cahyo Wibowo mengungkap kronologis kejadian. Ia membeberkan mendiang Hasan dan Husen tidak ditabrak secara bersamaan.

Ada jeda waktu saat tabrakan. Meski, belum diketahui antara Hasan dan Husen yang lebih dahulu ditabrak, yang pasti baik pemotor AG dan AN pelakunya.

"AN yang pertama nabrak dan selanjutnya AG. Belum diketahui jelas kakaknya atau adiknya nyusul ditabrak sama motor belakang," ungkapnya.

Moge Ugal-ugalan

Iptu Iman mengungkap saat itu kedua anak tersebut diketahui hendak menyeberang sambil bergandengan. Dalam kesempatan yang sama, dari arah Banjar menuju Pangandaran datang rombongan motor gede dengan kecepatan tinggi dan menabrak keduanya.

Akibat hantaman kendaraan tersebut, keduanya sempat terpental ke selokan dan diketahui meninggal dunia. Keduanya mengalami luka benturan di bagian kepala dan banyak keluar darah.

"Selain mengamankan dua penabrak, kami juga mengamankan motor Harley Milik AG dengan nomor polisi B 6227 HOG dan milik AN dengan nomor polisi D 1993 NA," ucap Iman.

(mdk/fik)

#MogeUgal-ugalan #Kecelakaan #peristiwa

Powered by Blogger.