Viral Guru Jadi Kepsek Tapi Sekolah Tak Ada, DPR: Itu Pelecehan Terhadap Profesi Guru!

D'On, Jakarta,- Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf turut menyoroti kabar terkait seorang guru di Minahasa Utara yang dilantik jadi Kepala Sekolah, namun sekolah penempatannya tidak ada. Hal ini sebagaimana yang viral di media sosial belakangan.


Menurut Dede jika kabar tersebut benar maka menurutnya adalah sebuah bentuk pelecehan terhadap profesi guru. Mengingat seharusnya hal demikian tidak perlu terjadi di dunia pendidikan.

"Atas nama pendidikan, saya rasa itu adalah sebuah bentuk pelecehan terhadap profesi guru," kata Dede saat dihubungi pada Sabtu (2/10/2021).

Dilanjutkan Politikus Partai Demokrat ini, adanya peristiwa tersebut juga menunjukkan kelemahan administrasi sebuah pemerintah daerah. Pasalnya bagaimana bisa sebuah sekolah terdaftar namun tidak ada bentuknya.

"Atas nama pendidikan, saya rasa itu adalah sebuah bentuk pelecehan terhadap profesi guru, dan juga menunjukkan bentuk kelemahan administrasi di sebuah pemerintah daerah. Bagaimana mungkin tidak dilakukan cek and recheck atas semua bentuk pengangkatan dan pelantikan," jelas Dede.

Lebih jauh Dede mendorong agar pemerintah Minahasa Utara meminta maaf kepada Calon Kepala Sekolah. Kemudian dalam waktu secepatnya melakukan klarifikasi perihal kabar tersebut, mengingat sudah viral dan menjadi sorotan.

"Saya rasa Pemerintah Minahasa Utara harus meminta maaf kepada calon kepala sekolah dan klarifikasi soal ini," bebernya.

Selain itu ia juga meminta kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk kedepannya dapat melakukan pengawasan terhadap pengangkatakan Kepala Sekolah di setiap daerah.

"Dan saya juga minta agar kemendikbud memantau pengangkatan kepala sekolah ini sampai mendapatkan haknya," tandas dia.

Sebelumnya  baru-baru ini viral beredar kisah seorang guru di Minahasa Utara (Minut) yang dilantik jadi kepala sekolah (kepsek) di SD. Namun, SD tempat calon kepsek itu bertugas ternyata tidak ada alias fiktif.

Kisah itu dibagikan oleh Azam Wonggo melalui akun Instagramnya @azamwonggo, Selasa (28/9/2021). Dalam unggahannya, Azam menceritakan ibunya berinisial RDBA yang dilantik menjadi kepsek dari SD yang tidak diketahui keberadaannya.

Awalnya, sang ibu, RDBA diundang untuk menghadiri acara pelantikan di JG Center Kantor Bupati Minut pada Senin (27/9/2021) sekira pukul 22.00 WITA.


(IZ)

Powered by Blogger.