Niat Latihan Silat, Remaja ini Malah Tewas Dikeroyok

D'On, Klaten,- Penyebab tewasnya remaja MRS (15) di Klaten seusai latihan silat akhirnya terkuak. Polisi menyebut korban sempat dipukul di bagian punggung dan dada oleh para tersangka.

"Untuk hasil pemeriksaan beberapa pelaku, memang pukulan dilakukan pada dada dan punggung. Ada yang tangan kosong ada yang pakai barang bukti tongkat kayu," ungkap Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andriansyah Rithas Hasibuan saat jumpa pers di Mapolres Klaten, Jumat (9/4/20201).

Andriansyah mengatakan dari hasil koordinasi dengan tim forensik autopsi jenazah korban sudah selesai. Dari hasil pemeriksaan dokter ditemukan ada luka akibat benda tumpul.

"Memang ada ditemukan luka akibat pukulan benda tumpul. Luka itu ada di beberapa bagian tubuh dari korban," lanjut Andriansyah.

Dari keterangan para tersangka latihan silat itu berlangsung hingga dini hari. Pengakuan tersangka, salah satu yang dilatih yakni pernapasan.

"Untuk latihan dari 20.00 WIB sampai 01.00 WIB dini hari. Itu latihan pernapasan dan instruktur atau senior memberikan latihan tersebut," papar Andriansyah.

Andriansyah menuturkan jumlah tersangka sejauh ini berjumlah enam orang. Tiga di antaranya merupakan anak di bawah umur.

"Sesuai hasil gelar perkara ada enam tersangka inisial M, A dan R ini tersangka dewasa. Tiga lainnya anak di bawah umur," sambung Andriansyah.

Keenam tersangka itu, ujar Andriansyah, dijerat dengan pasal KUHP dan UU Perlindungan Anak. Keenam orang itu terancam hukuman 15 tahun penjara.

"Untuk pasal yang dikenakan yaitu pasal 80 ayat 2 dan 3, juncto pasal 76 UU 35/ 2014 dimana ancaman hukumannya maksimal 15 tahun," kata Andriansyah.

Dari kasus ini, polisi menyita barang bukti berupa pakaian seragam, tongkat kayu, dan sepeda motor korban. Sementara itu, tiga tersangka yang dihadirkan saat jumpa pers tampak terdiam dan bungkam saat ditanya wartawan.

Salah seorang tersangka bahkan terlihat mengepalkan tangannya meski diborgol. Sementara tiga tersangka di bawah umur tidak dihadirkan saat jumpa pers di Mapolres Klaten.

Sebelumnya diberitakan seorang remaja berinisial MRS (15) tewas usai mengikuti latihan silat di warga Kecamatan Ceper, Klaten, Jawa Tengah (Jateng). Keluarga yang curiga dengan kematian korban meminta jenazah MRS diautopsi.

"Iya betul dilakukan autopsi atas warga Desa Srebegan. Dari kakaknya melaporkan ke Polres terkait kematian adiknya itu yang dinilai tidak wajar," tutur Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andriansyah Rithas Hasibuan, Minggu (4/4) silam. 

(ams/sip)


No comments

Powered by Blogger.