Kapolda Metro Bakal Tindak Tegas Bripka CS Tersangka Penembakan Anggota TNI

D'On, Jakarta,- Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran menegaskan, bakal menindak tegas CS seorang anggota polisi yang diduga melakukan penembakan dengan korban sebanyak 4 orang. Dari jumlah tersebut, tiga diantaranya meninggal dunia dan satu orang terluka. Salah satu korban merupakan anggota TNI berinisial S.

"Kami akan menindak pelaku dengan tegas akan melakukan penegakan hukum yang berkeadilan. Kami akan mengambil langkah-langkah cepat agar tersangka segera diproses secara pidana," katanya kepada wartawan, Kamis (25/2).

Selain itu, nantinya pelaku penembakan tersebut juga akan dilakukan pemecatan sebagai anggota Polri.

"Berseiringin dengan hal tersebut, tersangka juga akan kami proses secara kode etik sampai dengan hukuman dinyatakan tidak layak menjadi anggota Polri," tegasnya.

Jenderal bintang satu ini mengungkapkan, untuk CS sendiri kini sudah ditetapkan sebagai tersangka atas insiden penembakan tersebut. Penetapan tersangka ini berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Pelaku pagi ini juga sudah dilakukan pemeriksaan marathon olah TKP, jadi sudah didapatkan dua alat bukti untuk diproses secara pidana," ungkapnya.

"Saya ulangi sudah diproses langsung pagi ini dan sudah ditemukan dua alat bukti berdasarkan keterangan saksi sehingga pagi ini juga sudah ditetapkan tersangka kasus pasal 338 KUHP," sambungnya.

Untuk penanganan kasus ini, Fadil menyebut, bakal berkoordinasi dengan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman. Mengingat, satu korban yang meninggal berasal dari anggota TNI.

"Salah satu korban adalah anggota aktif prajurit TNI angkatan darat, sebagai Kapolda kami sudah melaksanakan koordinasi dan berkomunikasi dengan Pangdam Jaya, selaku penanggungjawab keamanan Ibukota," pungkasnya.

Kronologi Penembakan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyampaikan kronologi penembakan yang dilakukan anggota kepolisian berinisial CS terhadap 4 orang di sebuah kafe kawasan Cengkareng Barat, Jakarta Barat. Tiga korban meninggal dunia dalam peristiwa itu.

"Kejadian memang tadi pagi pukul 04.00 WIb di daerah Cengkareng, Jakarta Barat. Ada ada empat korban, tiga korban meninggal di tempat," kata Yusri saat jumpa pers, Kamis (25/2).

Yusri menyebutkan, tiga korban yang tewas di tempat yakni anggota TNI berinisial S dan dua pegawai kafe berinisial FSS dan M. Sementara korban lain yang berinisial H mengalami luka tembak dan sedang dirawat di rumah sakit Kramat Jati. "Ini sementara jenazah masih di RS Kramat Jati rencananya dilakukan penanganan di RS baru diambil oleh keluarga korban," ujarnya.

Dia memaparkan, kronologi kejadian bermula sekitar pukul 02.00 WIB saat CS datang ke lokasi kafe dan minum di sana. Karena kafe hendak tutup dan pelanggan lain sudah membubarkan diri, pelayan menyodorinya bill atau tagihan pembayaran.

CS tidak mau membayar tagihan itu sehingga terjadi cekcok. "Tetapi saat ingin melakukan pembayaran terjadi percekcokan antara tersangka dan pegawai daripada kafe tersebut," kata Yusri.

Karena di bawah pengaruh minuman keras, CS lantas mengeluarkan senjata api dan menembak empat orang di lokasi itu. Tiga di antaranya meninggal dunia dan seorang mengalami luka tembak dan dirawat di rumah sakit.

"Dengan kondisi mabuk saudara CS mengeluarkan senjata api dan melakukan penembakan terhadap 4 orang tersebut, 3 meninggal dunia di tempat dan 1 terluka dirawat di RS," sebutnya.

Pelaku saat ini telah diamankan Propam Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Petugas juga melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti. "Ini masih kita dalami semuanya, jadi mohon sabar," imbuhnya


(mdk/fik)

No comments

Powered by Blogger.