Polisi Tangkap Pembunuh Wanita Ditemukan Tewas dengan Parang Menancap di Perut

D'On, Langkat (Sumut),- Personel Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Langkat, Polda Sumatera Utara meringkus pelaku pembunuhan sadis terhadap korban seorang perempuan bernama Sartini (51) yang tewas di rumahnya pada Senin (11/1).

"Tersangka yang diamankan itu, LD (35) penduduk Desa Sidomakmur, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat," kata Kasat Reskrim Polres Langkat Iptu Muhammad Said Husen melalui Kanit Pidana Umum (Pidum) Iptu Bram Candra, Sabtu (23/1).

Bram menyebutkan, pelaku tersebut ditangkap petugas kepolisian pada Jumat (22/1) sekitar pukul 17.00 WIB, sebuah ladang milik warga di Kabupaten Karo.

"Selanjutnya tersangka dibawa ke Mapolres Langkat guna proses hukum selanjutnya," katanya.

Sebelumnya, Seorang wanita berusia 55 tahun ditemukan tewas mengenaskan di Dusun Sei Ruan Desa Baruam, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Di tubuhnya ditemukan sejumlah luka, bahkan parang masih menancap di perutnya.

Berdasarkan informasi dihimpun, korban diketahui bernama Sartini, warga Dusun Sidorejo, Desa Sidomakmur, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat. Jasadnya pertama kali ditemukan di rumah milik Kinepen Sitepu, Senin (11/1) sekitar pukul 07.00 WIB.

"Warga kemudian melaporkan temuan itu kepada pemilik rumah. Sejam kemudian pemilik rumah datang ke lokasi untuk mengecek laporan itu," kata Paur Subbag Humas Polres Langkat, Aiptu Yasir Rahman, Selasa (12/1).

Sesampainya di sana, Kinepen mendapati pintu samping rumahnya sudah rusak. Di dalam rumah, Sartini sudah terkapar tak bergerak. Di perut bagian bawah tampak tertancap sebilah parang. "Terdapat luka di tangan kiri korban, luka sayat di leher, dan kepala sebelah kiri," jelas Yasir.

Temuan itu kemudian dilaporkan ke Polsek Kuala. Petugas yang datang ke lokasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara. Mereka juga meminta keterangan dari para saksi.

Korban diduga korban pembunuhan. Jasadnya kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk diautopsi. "Kasusnya masih kita selidiki," jelas Yasir. 

(mdk/gil)

No comments

Powered by Blogger.