Wakapolres yang Cabuli Pembuat SIM Akhirnya Dicopot


D'On, Takalar (Sulsel),-
Seorang perempuan warga Takalar, Sulawesi Selatan melaporkan perilaku Wakapolres, Kompol N, yang telah men-cabuli-nya. Hal itu dilakukan saat perempuan tersebut tengah membuat Surat Izin Mengemudi (SIM).

Peristiwa tersebut bermula saat pelapor mendatangi Wakapolres Takalar karena hendak mengurus pembuatan SIM. Menurut Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo, perempuan ini coba menghubungi Wakapolres Takalar, karena merasa kesulitan bikin SIM.

“Jadi yang bersangkutan ini kan rencana mau ke Kantor Polres untuk melakukan pembuatan SIM. Namun entah bagaimana rencana kegiatannya itu terhambat, kemudian dia menghubungi Pak Wakapolres,” kata Ibrahim disitat JPNN, Rabu 14 Oktober 2020.

Kendati demikian, kata, Ibrahim dugaan Wakapolres Takalar cabuli pemohon SIM itu tidak sampai berhubungan badan. Dan laporan itu dilakukan usai seminggu peristiwa tersebut terjadi.

“Memang ini agak sensitif bahasanya, tetapi tidak sampai kepada kondisi hubungan badan. Cuman sebagai tindakan-tindakan yang dilakukan, yang dilaporkan berupa mengeluarkan organnya kemudian dipegang-pegang oleh yang bersangkutan, cuma sampai batas itu,” ujar Ibrahim.

Dicopot dari jabatannya

Terkait tindalan cabuli pemohon SIM tersebut, kini Wakapolres Takalar Kompol N akhirnya dicopot dari posisinya. Penyelidikan memang masih terus dilakukan, lantaran tak ada saksi yang melihat perbuatan terlapor saat kejadian.

“Iya (Wakapolres Takalar akan dipanggil), semua tetap kita periksa, termasuk saksi-saksi yang lihat dan siapa yang ada di sana. Termasuk juga handphone kita juga periksa semua,” tambah Ibrahim.

Tetapi, atas aksi ini, Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Merdisyam kemudian memilih bersikap tegas. Dia kemudian mencopot salah satu anak buahnya lantaran merasa sudah mencoreng citra Polri.

Pencopotan Wakapolres yang cabuli pemohon SIM ini, setidaknya tertuang dalam Surat Telegram dari Kapolda Sulsesl Bernomor STR: 740/X/KEP 2020, yang dikeluarkan pada Senin 12 Oktober 2020.

Dalam telegram itu, Kompol N dimutasi dan menjabat sebagai Pamen pelayanan masyarakat di Polda Sulsel.

“Benar, pemindahan untuk proses yang bersangkutan,” kata Ibrahim lagi.

Perwira menengah ini menambahkan, sampai sekarang pemeriksaan masih terus dilakukan oleh Bidang Propam Polda Sulses terhadap Kompol N.

(mond/hops)


No comments

Powered by Blogger.